BOGOR — Perlintasan kereta api di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, kembali memakan korban jiwa. Seorang pria ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah akibat diduga tertabrak kereta api. Peristiwa ini menambah panjang catatan kecelakaan di jalur rel yang kerap dianggap rawan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, jasad korban pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar perlintasan. Saat ditemukan, kendaraan milik korban masih terparkir di pinggir Jalan Sholeh Iskandar, tidak jauh dari titik kejadian. Belum diketahui secara pasti apakah korban tengah berusaha menyeberang rel atau berada di area tersebut karena alasan lain.
Kronologi dan Reaksi Warga
Warga sekitar mengaku kaget saat mendengar suara benturan keras dari arah rel. Beberapa saksi mata kemudian mendapati sesosok tubuh sudah tergeletak di antara bantalan kereta. "Saya langsung lari ke lokasi, tapi kondisinya sudah tidak bernyawa," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Petugas dari kepolisian dan Satpol PP Kota Bogor tiba di lokasi tidak lama setelah laporan diterima. Mereka langsung memasang garis polisi dan mengamankan area sekitar perlintasan. Proses evakuasi jenazah berlangsung sekitar satu jam, mengingat kondisi tubuh korban yang cukup parah.
Perlintasan Rawan, Belum Ada Palang Otomatis
Jalan Sholeh Iskandar memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan kereta di Kota Bogor. Perlintasan di lokasi tersebut belum dilengkapi palang pintu otomatis, sehingga risiko kecelakaan kerap terjadi. Warga setempat sudah berkali-kali meminta pemasangan palang pintu dan rambu peringatan yang lebih memadai.
Belum ada keterangan resmi dari pihak PT KAI Daop 1 Jakarta terkait peristiwa ini. Namun, petugas di lapangan memastikan bahwa lalu lintas kereta api di jalur tersebut sempat dihentikan sementara selama proses evakuasi berlangsung.
Identitas Korban Masih Dicari
Hingga berita ini diturunkan, identitas pria tersebut masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan berupaya menghubungi keluarga korban melalui nomor kendaraan yang terparkir di lokasi. Mobil korban telah diamankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat melintasi perlintasan kereta api, terutama di titik-titik yang tidak dijaga. Warga diimbau untuk selalu berhenti dan melihat kanan-kiri sebelum menyeberang rel, meski tidak ada kereta yang terlihat.