KARAWANG — Gardu Induk (GI) 150 kV Pinayungan yang baru rampung dibangun PT PLN (Persero) di Kecamatan Telukjambe Timur akan menjadi pemasok utama listrik bagi dua pelanggan tegangan tinggi milik Microsoft. Kedua pusat data itu adalah JKT 02 berkapasitas 42 MVA dan JKT 09 berkapasitas 210 MVA.
Mengapa Data Center Butuh Pasokan Listrik Khusus?
Pusat data modern menuntut suplai energi yang stabil dan berkelanjutan. Pasalnya, infrastruktur ini menjadi tulang punggung berbagai layanan digital, mulai dari komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga penyimpanan data yang beroperasi 24 jam tanpa henti. Gangguan sekecil apa pun pada aliran listrik bisa menghentikan layanan yang melayani jutaan pengguna.
PLN: Bukti Kesiapan Dukung Industri Digital Global
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Kishartanto Purnomo Putro, menegaskan bahwa penyelesaian proyek ini menunjukkan kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan energi sektor digital yang terus berkembang di Indonesia.
"Penyelesaian GI 150 kV Pinayungan menjadi bukti kesiapan PLN dalam mendukung kebutuhan energi bagi industri digital berstandar global. Kehadiran infrastruktur ini tidak hanya memastikan keandalan pasokan listrik untuk operasional data center Microsoft, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital, meningkatkan daya saing investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi khususnya di Jawa Barat," ujarnya.
Dampak bagi Investasi Teknologi di Jawa Barat
Keberadaan gardu induk ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Karawang dan sekitarnya. Dengan jaminan pasokan listrik yang andal, kawasan industri di Jawa Barat semakin kompetitif menarik investor teknologi global. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong hilirisasi digital dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara.