KUNINGAN — Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyampaikan rasa syukur atas realisasi program perbaikan infrastruktur jalan di wilayahnya. Kepastian pendanaan itu ia peroleh setelah mengikuti peresmian Program Inpres Jalan Daerah secara virtual dari Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, bersama Gubernur Jawa Barat dan sejumlah kepala daerah lainnya.
“Alhamdulillah, Kabupaten Kuningan mendapatkan dukungan melalui Program Inpres Jalan Daerah. Ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Terima kasih Pak Presiden atas program Inpres jalan daerah yang diberikan untuk Kuningan,” ujar Dian dalam keterangan yang diterima, Rabu (24/6).
Segmen Awal Sepanjang 2,8 Kilometer Mulai Dikerjakan November 2025
Ruas yang bakal ditangani pada tahap pertama meliputi segmen Desa Cihideung Hilir–Getrak–Desa Gunung Karung. Jalan ini memiliki lebar lima meter dan akan dikerjakan oleh PT Bina Cipta Utama mulai pekan ketiga November hingga akhir Desember 2025.
Bupati Dian hadir dalam acara peresmian didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Kuningan, I. Putu Bagiasna, dan Kepala Bidang Bina Marga, Teddy Sukmajayadi. Mereka memastikan proyek ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sisa Segmen Gunung Karung–Luragung Ditangani 2026 Lewat DAK
Pemerintah daerah tidak berhenti di satu segmen. Sisa penanganan ruas Gunung Karung–Luragung sepanjang 2,5 kilometer direncanakan rampung pada tahun 2026. Pendanaannya akan dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Jalan dengan pagu anggaran sekitar Rp 5 miliar.
Secara nasional, Program Inpres Jalan Daerah tahun ini mencakup 1.151 kilometer jalan yang tersebar di 37 provinsi. Total investasi yang digelontorkan dari APBN mencapai Rp 5,41 triliun. Dari jumlah itu, 17 kabupaten/kota di Jawa Barat turut menerima alokasi, termasuk Kuningan.
Presiden: Jalan Daerah Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan jalan daerah merupakan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
“Kita bertekad tidak boleh ada daerah tertinggal karena akses terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita,” ujar Prabowo.
Menurut Presiden, jalan daerah menjadi sarana vital distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagai produk masyarakat menuju pasar dan pusat distribusi. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menambahkan, program ini difokuskan untuk meningkatkan konektivitas antara kawasan produksi, pasar, jalan nasional, kawasan permukiman, dan pusat pelayanan masyarakat.