Danantara Bidik Laba BUMN Rp360 Triliun, Lampaui Temasek Singapura

Penulis: Wendra Kusuma  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:50:01 WIB
COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan target laba bersih konsolidasi BUMN dalam keterangan pers di Jakarta.

JAWA BARAT — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan laba bersih konsolidasi BUMN mencapai Rp360 triliun pada 2026, atau hampir dua kali lipat capaian Temasek Holdings Singapura yang sekitar Rp136 triliun. Optimisme itu muncul setelah proses restrukturisasi perusahaan pelat merah selama 1,5 tahun terakhir mulai membuahkan hasil.

Jakarta. Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menyatakan pihaknya cukup percaya diri target laba bersih konsolidasi BUMN senilai Rp360 triliun di akhir 2026 bisa tercapai. Keyakinan itu disampaikan di tengah sejumlah perusahaan pelat merah yang masih menjalani proses pembenahan dan restrukturisasi.

Perbaikan yang berjalan sejak sekitar 1,5 tahun lalu disebut mulai menunjukkan hasil signifikan. "Saya expect 2026 kita bisa closing paling tidak Rp360 triliun net income. Saya cukup confidence paling tidak dengan konsolidasi BUMN tahun 2026 kita bisa mencapai Rp360 triliun," ujar Dony di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Laba Rp360 Triliun Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Dony menyebut pendapatan besar tersebut bakal berfungsi sebagai mesin pertumbuhan baru atau engine of growth. Dana itu nantinya dikembalikan ke negara dalam bentuk dividen, diinvestasikan ulang, hingga menciptakan efek pengganda terhadap ekonomi nasional.

Menurut dia, hasil investasi dari laba tersebut bisa jauh lebih besar jika dipakai untuk pembiayaan proyek dengan porsi ekuitas 30%. "Ini kita bisa melakukan multiplier-nya. Paling tidak kalau kita melakukan project financing di dalam proyek-proyek, 30% equity at least kita bisa. Dengan model project financing dengan equity 30%, kita bisa bayangkan berapa besar yang bisa kita investasikan," kata Dony.

Melampaui Temasek, Hampir Dua Kali Lipat

Jika terealisasi, laba bersih konsolidasi BUMN senilai Rp360 triliun itu akan melampaui capaian perusahaan pengelola aset milik Pemerintah Singapura, Temasek Holdings, yang realisasi laba bersihnya berada di kisaran Rp136 triliun.

"Jadi kalau secara size daripada net income tentu kita sudah lebih besar daripada Temasek. Tahun ini kita harapkan kita Rp360 triliun, hampir dua kali lipat daripada dua kali lipat dari Temasek. Dari Rp 136 triliun ke Rp370 triliun," ujar Dony beberapa waktu lalu.

Tren Laba BUMN dalam Tiga Tahun Terakhir

Target tersebut diyakini melanjutkan tren positif perusahaan pelat merah dalam beberapa tahun terakhir. Total laba konsolidasi seluruh BUMN pada 2023 mencapai Rp292 triliun, naik 15% dibandingkan 2022 sebesar Rp254 triliun.

Gabungan laba BUMN sempat terkoreksi menjadi Rp186 triliun pada 2024, namun kemudian melambung hingga Rp326 triliun pada 2025. Artinya, target Rp360 triliun tahun ini menuntut kenaikan sekitar 10% dari capaian tahun lalu.

Bagi investor dan pelaku pasar, angka ini menjadi sinyal penting soal arah pengelolaan aset negara di bawah Danantara. Dividen yang mengalir ke kas negara berpotensi menopang belanja pemerintah, sementara investasi ulang ke proyek-proyek strategis bisa memperkuat efek berganda ke sektor riil.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: wartaekonomi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top