JAWA BARAT — Arema FC membuka program eksklusif bertajuk Inside The Lion Home yang mengajak 30 suporter terpilih menyusuri area tertutup Stadion Kanjuruhan, mulai dari ruang ganti hingga lorong pemain. Program perdana digelar Kamis, 8 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya klub memperkuat kedekatan dengan Aremania sekaligus membangun ekosistem sport tourism.
Peserta pertama Inside The Lion Home dipilih melalui pengundian dari 200 pembeli perdana jersi resmi Arema FC musim 2026/2027. Klub menggandeng pembeli jersi original sebagai penerima pengalaman eksklusif tersebut, bukan membuka pendaftaran umum.
Rangkaian acara dimulai pukul 12.00 WIB dari Kandang Singa, Arema FC Official Store. Peserta melakukan registrasi, menerima tour book dan ID card, lalu melihat koleksi sejarah klub di mini museum sebelum rombongan bergerak menuju Stadion Kanjuruhan.
Perjalanan di markas Singo Edan dibuka dengan doa bersama di Gate 13 yang dipimpin perwakilan klub. Peserta kemudian diajak mengenal area gate entrance dan media area, sekaligus mendapat edukasi soal aktivitas serta regulasi penyelenggaraan pertandingan.
Perjalanan berlanjut ke changing room pemain. Di ruang ganti, peserta melihat langsung deretan jersi home Arema FC yang telah disiapkan untuk pertandingan. Dari sana, rombongan bergerak menuju lorong stadion.
Di lorong inilah pengalaman paling eksklusif menanti. Peserta standby menyambut kedatangan pemain Arema FC dari jarak dekat, kesempatan yang juga dimanfaatkan untuk berburu tanda tangan skuad Singo Edan.
Setelah menyambut pemain, peserta mengikuti sesi foto bersama di lapangan. Mereka lalu mendapat kesempatan menyaksikan 15 menit awal sesi latihan tim langsung dari Tribun VIP.
Head of PR Arema FC, Munif B Wakid, menyebut program ini sebagai cara klub membangun kedekatan lebih kuat dengan suporter melalui pengalaman langsung.
"Program ini kami hadirkan agar Aremania bisa melihat lebih dekat rumahnya sendiri. Stadion Kanjuruhan sekarang memiliki banyak sisi yang menarik untuk dikenali, bukan hanya ketika kita datang sebagai penonton pada hari pertandingan," ungkap Munif Wakid.
Menurutnya, pendekatan tersebut sekaligus menjadi sarana komunikasi klub agar suporter memahami proses di balik sebuah match day.
"Kami ingin suporter mendapatkan pengalaman sekaligus pemahaman. Mereka bisa melihat secara langsung bagaimana sebuah match day dipersiapkan, bagaimana aspek safety and security dijalankan, serta bagaimana kita bersama-sama menciptakan suasana pertandingan yang nyaman dan aman," jelasnya.
Arema FC melihat Inside The Lion Home berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari paket sport tourism pada laga-laga kandang. Konsep itu menghubungkan klub, stadion, suporter, dan aktivitas pertandingan dalam satu pengalaman utuh.
"Inside The Lion Home ini memang kami buat supaya Aremania penasaran dan ingin tahu lebih jauh. Ada banyak sisi Kanjuruhan yang mungkin belum pernah mereka lihat secara langsung. Ketika sudah melihat dan memahami prosesnya, harapannya mereka juga semakin nyaman dan percaya diri untuk datang ke stadion menyaksikan pertandingan Arema FC," kata Munif.
Bagi peserta, Kanjuruhan bukan lagi sekadar tempat menonton 90 menit pertandingan. Ada prosedur, persiapan, dan regulasi yang membuat setiap laga berjalan aman dan tertib, dan semuanya kini bisa disaksikan langsung oleh Aremania terpilih.