CIREBON — Kelurahan Drajat masih menyimpan pekerjaan besar. Berdasarkan data kelurahan, terdapat 910 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, baru 13 rumah yang tuntas diperbaiki, sementara 115 rumah masuk tahap awal lewat program Bedah Rumah Merah Putih 2026.
Lurah Drajat, Daniar Rynaldi, menyebut penanganan RTLH baru menyentuh sekitar 14,06 persen dari total kebutuhan. Angka itu dihitung dari 13 rumah yang sudah selesai ditambah 115 rumah yang baru berprogres.
Kegiatan sosialisasi yang digelar Kementerian PKP bersama DPRKP Kota Cirebon di kantor Kelurahan Drajat diikuti para calon penerima bantuan. Daniar mengatakan pihak kelurahan hanya memfasilitasi kegiatan tersebut.
"Kegiatan bantuan ini ditujukan bagi calon penerima bantuan (CPB) Bedah Rumah Merah Putih TA 2026 di wilayah Kelurahan Drajat. Dari kuota awal sebanyak 121 calon penerima, sebanyak 115 dinyatakan lolos verval. Terdapat enam calon penerima yang tidak lolos verval karena terkendala dokumen kepemilikan atau status tanah," kata Daniar.
Enam nama yang gugur tidak diumumkan secara rinci. Kendala yang muncul seputar kelengkapan dokumen kepemilikan dan status tanah, dua hal yang kerap jadi penghambat utama pencairan bantuan perumahan di tingkat kelurahan.
Daniar menempatkan persoalan RTLH sebagai salah satu konsentrasi Kelurahan Drajat ke depan. Menurut dia, program bantuan serupa perlu terus berlanjut setiap tahun agar penanganan berjalan bertahap.
"Dari data yang kami miliki, di Kelurahan Drajat terdapat 910 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Jadi, baru sekitar 14,06 persen yang tertangani, dengan rincian 13 rumah sudah selesai perbaikan dan 115 yang baru berprogres, masih dalam tahap awal sosialisasi," ujarnya.
Dengan rasio itu, sisa ratusan rumah masih menunggu giliran. Kelurahan berharap kuota bantuan tidak berhenti di tahun anggaran 2026.
Daniar menyatakan pihaknya ingin program serupa kembali diperoleh Kelurahan Drajat pada tahun-tahun berikutnya. Tujuannya agar permasalahan rumah tidak layak huni bisa diselesaikan secara berkala, bukan menumpuk di satu periode anggaran.
"Ini menjadi konsentrasi kami ke depannya. Mudah-mudahan setiap tahunnya kami bisa mendapatkan bantuan Bedah Rumah lagi agar permasalahan terkait perumahan rumah dapat diselesaikan secara berkala," tutupnya.
Program Bedah Rumah Merah Putih sendiri dijalankan Kementerian PKP dengan melibatkan DPRKP di tingkat kota. Warga yang masuk daftar calon penerima di Kelurahan Drajat kini menunggu tahapan lanjutan setelah dinyatakan lolos verval.