Bandung — Pengembangan kendaraan listrik membutuhkan ekosistem pengisian daya yang mampu mengikuti kebutuhan pengguna. Pakar Teknologi Kelistrikan Universitas Komputer Indonesia, Dr. Muhammad Aria Rajasa Pohan, mengatakan Home Charging menjadi salah satu elemen penting karena memberikan pilihan pengisian langsung di tempat tinggal pengguna.
“Pengisian di rumah memberikan kemudahan karena kendaraan dapat diisi ketika sedang tidak digunakan. Pola seperti ini sesuai dengan karakter kendaraan listrik yang digunakan untuk aktivitas harian,” kata Aria.
Menurut Aria, Home Charging juga memiliki peran dalam membangun kebiasaan baru masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik. Jika sebelumnya masyarakat terbiasa mengisi bahan bakar dalam waktu tertentu, kendaraan listrik memungkinkan pengisian dilakukan secara lebih terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari.
Di Jawa Barat, perkembangan layanan tersebut terlihat dari jumlah pelanggan Home Charging PLN UID Jawa Barat yang telah mencapai 7.125 pelanggan hingga Agustus 2026. Sebanyak 2.034 pelanggan baru tercatat sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026.
Pertumbuhan di Jawa Barat tersebut berlangsung dalam tren nasional yang sama. Pada Semester I 2026, PLN menambah 21.865 pelanggan Home Charging. Secara keseluruhan, lebih dari 92 ribu pelanggan telah menggunakan layanan HCS PLN hingga Juni 2026.
Penggunaan listrik untuk kendaraan juga terus bertumbuh. Konsumsi listrik melalui HCS mencapai 110,55 GWh pada Semester I 2026, meningkat 93,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain Home Charging, PLN UID Jawa Barat juga terus mengembangkan infrastruktur pengisian publik. Hingga Desember 2025, sebanyak 501 SPKLU telah dioperasikan di 289 lokasi strategis di Jawa Barat.
Aria mengatakan keberadaan infrastruktur pengisian di rumah dan ruang publik dapat memberikan pilihan yang lebih luas bagi pengguna kendaraan listrik. Dengan semakin lengkapnya ekosistem tersebut, penggunaan EV dapat semakin terintegrasi dengan aktivitas mobilitas masyarakat.