Warga RW 02 Empang Minta Nadzir dan Pemkot Bogor Segera Tata Alun-alun yang 74 Tahun Tak Terurus

Penulis: Uki Damayanti  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 21:40:31 WIB
Warga RW 02 Empang mengajukan permohonan penataan Alun-alun yang telah 74 tahun tidak terurus.

BOGOR — Perwakilan warga RW 02 Kelurahan Empang, Milzam Bajened, menyampaikan permohonan resmi kepada Nadzir tanah wakaf Alun-alun Empang yang telah disahkan oleh KUA Bogor Selatan pada 29 Mei 2026. Ia meminta agar tanah wakaf tersebut segera ditata, dirapikan, dan dikelola dengan baik.

“Kami memohon agar tanah wakaf Alun-Alun Empang dapat segera ditata, dirapikan, dan dikelola dengan baik,” ujar Milzam kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).

Kondisi Kumuh Selama 74 Tahun

Menurut Milzam, kondisi Alun-alun Empang saat ini sudah sangat memprihatinkan. Kawasan itu dinilai kumuh dan kurang terawat karena belum pernah mendapatkan penataan yang memadai dalam kurun waktu 74 tahun.

“Selama kurang lebih 74 tahun, kawasan tersebut belum mendapatkan penataan yang memadai sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak sosial dan lingkungan yang semakin kurang baik bagi masyarakat sekitar,” terangnya.

Dukungan Penuh Warga untuk Penataan

Milzam menegaskan bahwa warga RW 02 mendukung penuh langkah Nadzir bersama Pemkot Bogor dalam menata Alun-alun Empang. Warga berharap penataan dapat mengakhiri kekhawatiran akan dampak negatif yang terus membayangi lingkungan sekitar.

“Kami warga RW 02 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan menyampaikan permohonan kepada Nadzir tanah wakaf Alun-alun Empang yang telah disahkan oleh KUA Bogor Selatan pada tanggal 29 Mel 2026,” ungkap Milzam dalam pernyataannya.

Harapan Warga: Alun-alun yang Asri dan Bermanfaat

Sebagai warga yang setiap hari merasakan langsung kondisi lingkungan Alun-alun Empang, Milzam berharap Nadzir dapat mengambil langkah-langkah strategis. Targetnya, kawasan itu bisa menjadi lebih tertib, indah, asri, dan bermanfaat bagi umat serta masyarakat luas.

Penataan ini diharapkan tidak lagi menjadikan Alun-alun Empang sebagai ajang perselisihan, melainkan ruang publik yang nyaman untuk semua kalangan.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: bogor-today.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top