SUKABUMI — Kegelisahan orang tua murid mendominasi dialog dalam reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Yusuf Maulana, di Desa Sukamanah. Para ibu yang hadir secara terbuka menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap proses SPMB jenjang SMA yang dinilai masih menyisakan sejumlah kendala.
Sejumlah orang tua mengeluhkan proses penerimaan siswa baru yang belum sepenuhnya transparan. Mereka khawatir anak-anak mereka tidak mendapatkan kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan menengah atas di Jawa Barat, khususnya di Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Yusuf Maulana menegaskan bahwa seluruh masukan dari masyarakat akan menjadi perhatian serius. Ia berjanji akan memperjuangkan aspirasi tersebut dengan menyampaikannya kepada pihak-pihak yang berwenang.
"Pelaksanaan SPMB harus berlangsung secara adil, transparan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Yusuf dalam keterangannya.
Ia berharap setiap anak di Jawa Barat memperoleh hak yang sama dalam mengakses pendidikan tanpa menghadapi hambatan yang tidak semestinya. Aspirasi warga Sukamanah diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan kebijakan SPMB yang lebih baik ke depan.
Kegiatan reses ini merupakan bagian dari Reses III Tahun Sidang 2025–2026. Menurut Yusuf, setiap aspirasi yang disampaikan merupakan amanah yang akan terus diperjuangkan demi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Forum ini menjadi salah satu sarana bagi anggota legislatif untuk menjalin komunikasi langsung dengan konstituen. Berbagai persoalan yang berkembang di daerah pemilihan akan dijadikan bahan dalam penyusunan dan pengawasan kebijakan di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Yusuf menyampaikan apresiasi kepada warga Desa Sukamanah yang telah berpartisipasi aktif. Ia berharap dialog semacam ini terus terjaga untuk memastikan kebijakan daerah benar-benar menyentuh kebutuhan warga.