JAWA BARAT — Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan momentum yang bertolak belakang. Brasil, yang dilatih Carlo Ancelotti, lolos sebagai juara Grup C setelah bangkit dari hasil imbang 1-1 melawan Maroko. Dua kemenangan telak 3-0 atas Haiti dan Skotlandia mengantarkan Selecao ke babak gugur dengan kepercayaan diri penuh.
Di sisi lain, Jepang datang dengan status kuda hitam. Kemenangan bersejarah 3-2 atas Brasil dalam laga uji coba Oktober 2025 menjadi modal psikologis yang besar. Itu adalah kemenangan pertama Samurai Biru dalam 14 pertemuan melawan juara dunia lima kali tersebut.
Dalam lima pertemuan terakhir, Brasil unggul dengan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Namun, kekalahan terakhir itu terjadi pada Oktober 2025, dan itu yang menjadi perhatian utama Ancelotti.
Performa impresif Brasil di fase grup sebagian besar diinspirasi oleh Vinicius Junior dan Matheus Cunha. Keduanya menjadi motor serangan yang sulit dihentikan. Jepang, yang dikenal disiplin dalam bertahan, harus mencari cara untuk memutus suplai bola ke kedua pemain ini.
Sementara itu, Jepang juga menunjukkan kredensial mereka sebagai tim berbahaya. Mereka berhasil mengalahkan Inggris dan bermain imbang melawan Belanda pada tahun 2026. Ini membuktikan bahwa Samurai Biru tidak hanya mengandalkan kejutan, tetapi juga konsistensi permainan.
Seluruh laga Piala Dunia 2026 dapat disaksikan langsung melalui TV digital TVRI Nasional dan TVRI Sport secara gratis (free-to-air). Bagi yang ingin menonton melalui perangkat seluler, hak siar over-the-top (OTT) dipegang oleh FolaPlay dan MAXStream TV.