Harry Kane Ingatkan Inggris Tak Boleh Lengah Hadapi Panama di Laga Penentu Grup

Penulis: Wendra Kusuma  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 08:21:31 WIB
Harry Kane mengingatkan Inggris untuk tetap waspada menghadapi Panama demi memastikan lolos babak gugur.

JAWA BARAT — Inggris hanya butuh hasil imbang untuk memastikan diri lolos ke babak gugur sebagai juara grup. Tapi Kane menegaskan timnya tidak akan bermain aman. “A couple of pens and a lucky goal,” kata Kane mengenang hat-trick-nya enam tahun lalu. “It wasn’t my most beautiful hat-trick. I’ll take that again on Saturday, for sure.”

Gol Keberuntungan yang Tak Terlupakan

Dari tiga gol Kane ke gawang Panama di Piala Dunia 2018, dua lahir dari titik putih. Satu sisanya — gol penutup — datang dari tembakan Ruben Loftus-Cheek yang mengenai tumitnya dan melambung mengecoh kiper. Kane saat itu membelakangi bola. “Saya hanya merasakan bola menyentuh tumit,” ujarnya.

Kemenangan 6-1 kala itu memastikan Inggris melaju ke babak 16 besar dan Kane mengunci Sepatu Emas turnamen. Kini, ia kembali berburu gol untuk mengamankan posisi puncak grup — dan mungkin mengulang pencapaian individu yang sama.

Dilema Setelah Imbang Melawan Ghana

Kane bicara tentang perlunya keseimbangan mental setelah Inggris hanya bermain 0-0 melawan Ghana di Boston. Itu adalah pertandingan kedua turnamen — pola yang sama terjadi di tiga turnamen sebelumnya. Inggris selalu menang di laga pertama, lalu kesulitan di laga kedua: imbang lawan Skotlandia (Euro 2020), Denmark (Euro 2024), dan Amerika Serikat (Piala Dunia 2022).

“Ini turnamen keempat berturut-turut di mana pertandingan kedua tidak berjalan sesuai harapan,” kata Kane. “Tapi ini juga keempat kalinya kami hampir pasti lolos setelah dua pertandingan. Saya dan pemain senior lainnya harus jadi penenang bagi pemain muda.”

Peluang Emas yang Terbuang di Enam Yard

Ghana tampil dengan formasi 4-5-1 yang rapat, membuat Inggris kesulitan membongkar pertahanan. Pelatih Thomas Tuchel melakukan sejumlah perubahan di babak kedua, termasuk memasukkan Eberechi Eze dan Nico O’Reilly. Inggris nyaris kebobolan setelah Eze kehilangan bola dan Ezri Konsa melakukan tekel berbahaya di kotak penalti — yang seharusnya berbuah penalti.

Di menit akhir, peluang emas datang. Sundulan O’Reilly membentur mistar gawang, bola jatuh tepat di depan Kane yang berdiri enam yard dari gawang kosong. Tembakannya melambung. Kane jatuh berlutut, menutup wajah. “Itu peluang yang biasanya saya konversi,” katanya.

Tuchel: Argentina Andalkan Messi, Inggris Andalkan Kane

Tuchel ditanya apakah Inggris terlalu bergantung pada Kane. Jawabannya tegas: Argentina bergantung pada Lionel Messi, Prancis pada Kylian Mbappé. “Harry mencintai tanggung jawab,” kata Tuchel. “Kami mengandalkannya, tapi tidak berlebihan.”

Kane sendiri menampik anggapan ketergantungan berlebihan. “Setiap nomor 9 di tim besar diharapkan mencetak gol. Ketika tidak, pasti ada pertanyaan. Tapi melawan Ghana, ada bagian yang baik dan bagian yang bisa kami perbaiki.”

Kini, Panama menanti. Kane dan Inggris tahu: hasil adalah satu-satunya yang akan tercatat dalam sejarah. Tidak peduli bagaimana cara mendapatkannya.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top