JAWA BARAT — Pemain berusia 24 tahun itu sempat menjalani sesi individual pada Sabtu lalu dan tidak bergabung penuh dengan rekan setimnya. Kini, Saka dianggap cukup fit untuk mengikuti latihan normal Inggris di Boston, Massachusetts, sehari menjelang duel melawan Ghana.
Cedera Achilles tendinitis yang dialami Saka bukanlah barang baru. Masalah ini sudah ia bawa sejak akhir musim lalu, saat Arsenal berhasil merebut gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun.
Kekhawatiran sempat muncul dari internal klub London Utara tersebut. Namun, tim medis Arsenal menilai Saka tetap cukup bugar untuk dimainkan secara reguler pada laga-laga krusial di penghujung musim. Kondisi terkini menyebutkan, cedera tersebut tidak mengalami perkembangan yang lebih buruk sejak Arsenal memastikan gelar juara.
Pada laga pembuka Inggris yang berakhir dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia, Saka memulai pertandingan dari bangku cadangan. Tuchel memilih untuk tidak memaksakannya tampil penuh demi mengelola kebugarannya.
Pernyataan terbaru dari pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa Saka belum akan diplot sebagai starter saat menghadapi Ghana. "Dia tidak akan masuk starting XI untuk laga kedua. Target paling realistis adalah laga ketiga melawan Panama," ujar Tuchel dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan.
Keputusan ini menunjukkan pendekatan hati-hati Tuchel terhadap kondisi pemain kuncinya. Inggris tidak ingin mengambil risiko kehilangan Saka untuk jangka panjang di turnamen sebesar Piala Dunia.
Tanpa Saka sejak awal, Tuchel kemungkinan besar akan kembali mengandalkan kombinasi sayap yang sama seperti saat melawan Kroasia. Kehadiran Saka di bangku cadangan setidaknya memberi opsi serangan balik yang cepat di babak kedua jika diperlukan.
Dengan dua pertandingan tersisa di fase grup, Inggris saat ini memuncaki klasemen sementara Grup C. Kemenangan atas Ghana akan mengamankan langkah mereka ke babak 16 besar, memberi waktu lebih bagi Saka untuk pulih sempurna sebelum laga penentu melawan Panama.