400 Pengemudi Ojol dari Seluruh Jawa Barat Ikuti Gathering dan Kompetisi Safety Riding Polda Jabar

Penulis: Zaki Mubarak  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:41:01 WIB
pengemudi ojek online dari 25 polres Polda Jabar mengikuti pelatihan dan kompetisi safety riding di Bandung dan Cimahi.

BANDUNG — Sebanyak 400 pengemudi ojek online dari 25 polres jajaran Polda Jawa Barat ambil bagian dalam agenda yang memadukan edukasi dan kompetisi ini. Hari pertama, Kamis (18/6), digelar di Gedung Ditlantas Polda Jabar, Kota Bandung, dengan fokus pada pembekalan materi.

Para peserta mendapat pelatihan safety riding dan teknik pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dari Tim Bidokkes Polda Jabar. Sosialisasi juga diberikan oleh Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan terkait perlindungan serta santunan kecelakaan.

Ojol Tasikmalaya Juara Umum, Hilmi dan Vigi Terbaik di Cimahi

Setelah dibekali materi, kegiatan berlanjut ke babak kompetisi antarkomunitas. Dari 25 regu yang bertanding, tim Ojol Tasikmalaya keluar sebagai juara umum. Posisi kedua ditempati Ojol Subang, disusul Ojol Karawang di peringkat ketiga.

Memasuki hari kedua, Jumat (19/6), arena berpindah ke Safety Riding Center (SRC) Kota Cimahi. Sebanyak 120 peserta—terdiri dari pengemudi ojol dan personel polisi lalu lintas—diuji kemampuannya menaklukkan rintangan lintasan yang mengukur keterampilan dan keselamatan berkendara.

Di kategori pengemudi ojol, perwakilan Polres Cimahi mendominasi. Hilmi menjadi yang terbaik di kategori pria, sementara Vigi unggul di kategori wanita. Untuk kategori polisi laki-laki, gelar juara diraih Briptu M. Refani dari Polres Bogor Kota. Adapun kategori Polwan dimenangkan Brigpol Citra yang bertugas sebagai Spri Dirlantas.

Bukan Sekadar Lomba, Ada Misi Besar di Baliknya

Kemeriahan acara juga diwarnai atraksi safety riding menggunakan motor gede (moge) yang diperagakan Tim Mojang Lodaya Polwan Polda Jabar. Namun, di balik perlombaan dan atraksi, Ditlantas Polda Jabar mengusung tujuan yang lebih fundamental.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Raydian Kokrosono menekankan posisi strategis para pengemudi ojol yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menghabiskan waktu panjang di jalan raya. "Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran para pengemudi ojek online mengenai keselamatan berlalu lintas guna mewujudkan budaya tertib di wilayah Jawa Barat," ujar Raydian.

Ia menambahkan, para pengemudi diharapkan bisa menjadi pelopor keselamatan dan agen perubahan yang mengedukasi masyarakat. "Kami berharap rekan-rekan ojol dapat menjadi pelopor keselamatan, duta kamtibmas, dan agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas," kata Raydian.

Bekal Public Speaking hingga Layanan Darurat 110

Selain keterampilan berkendara, para peserta juga dibekali kemampuan komunikasi melalui pelatihan public speaking. Mereka juga diedukasi mengenai layanan darurat Kepolisian 110 serta program perlindungan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan piala, uang pembinaan, dan paket sembako kepada para pemenang dan peserta. Penutupan ini sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan antara Ditlantas Polda Jabar dan komunitas ojek online yang selama ini menjadi bagian penting dari transportasi dan mobilitas masyarakat di Jawa Barat.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top