Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Bangun Tajuk di Permukiman, Bukan Masjid Megah

Penulis: Zaki Mubarak  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37:31 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi prioritaskan pembangunan masjid kecil atau tajug di permukiman padat.

BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggenjot pembangunan masjid berukuran kecil yang dikenal dengan sebutan tajug di kawasan padat penduduk. Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan langkah ini merupakan upaya mengembalikan fungsi utama masjid sebagai pusat ibadah dan pendidikan agama, bukan sekadar destinasi wisata.

Menurut Dedi, pergeseran fungsi masjid sudah terjadi di sejumlah daerah. Banyak masjid dengan arsitektur megah justru lebih ramai dikunjungi untuk berfoto daripada untuk beribadah.

Masjid Megah Kini Jadi Tempat Swafoto

Dedi menyoroti fenomena di mana aspek spiritualitas mulai tergerus oleh gengsi arsitektur. Ia menilai kemegahan bangunan justru mengalihkan perhatian jamaah dari esensi beribadah.

"Kalau masjid sarana rekreasi, bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat swafoto, bukan tempat tafakur," kata Dedi di Bandung, Jumat.

Ia menambahkan bahwa nilai ibadah tidak pernah ditentukan oleh seberapa besar atau mewah bangunan tempat sujud, melainkan oleh kualitas hubungan spiritual seseorang dengan Tuhannya.

Tajug: Menghidupkan Kembali Fungsi Surau

Pemprov Jabar menargetkan pembangunan tajug di lingkungan yang benar-benar membutuhkan akses tempat ibadah setiap waktu. Dedi mencontohkan bahwa masjid-masjid megah sudah banyak berdiri di Jawa Barat, namun belum tentu dekat dengan pemukiman warga kelas menengah ke bawah.

"Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak mengaji, dan menjadi ruang ibadah masyarakat," ujar mantan Bupati Purwakarta itu.

Konsep ini dianggap sebagai cara untuk menghidupkan kembali fungsi surau atau langgar tradisional. Tajuk tidak akan menambah struktur pengelolaan baru, melainkan terintegrasi dengan kegiatan keagamaan yang sudah berjalan di lingkungan RT/RW.

Pembangunan Bertahap dan Terintegrasi

Dedi menjelaskan pengembangan tajug akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah akan melibatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, agar pembangunan tepat sasaran.

Menurutnya, tempat bukanlah faktor utama dalam membangun kedekatan spiritual. Hal yang terpenting adalah keheningan batin dan kemampuan menghadirkan nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya setiap waktu," tegas Dedi.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top