JAWA BARAT — Oura Ring 5 hadir dengan perubahan desain yang signifikan dibanding pendahulunya. Lebar cincin kini hanya 6,09 mm dengan ketebalan 2,28 mm, menjadikannya smart ring terkecil di dunia menurut klaim pabrikan. Sensor yang sebelumnya menonjol kini hampir tidak terlihat, membuat perangkat ini terasa seperti cincin biasa saat dikenakan.
Fitur unggulan Oura Ring 5 justru ada pada aplikasi pendampingnya. Aplikasi Oura menyederhanakan data kesehatan menjadi empat skor numerik utama: Readiness, Sleep, Resilience, dan Stress.
Skor Readiness menjadi yang paling berguna karena menggabungkan sembilan sumber data berbeda. Faktor yang dianalisis meliputi detak jantung istirahat, variabilitas detak jantung, suhu tubuh, indeks pemulihan, kualitas tidur, keseimbangan tidur, keteraturan tidur, tingkat aktivitas kemarin, dan keseimbangan antara olahraga dengan istirahat.
Pengguna melaporkan akurasi yang mencengangkan. Skor Readiness—yang ditampilkan dalam persentase tunggal—secara konsisten mencerminkan kondisi subjektif pengguna. Bahkan, aplikasi ini mampu mendeteksi tanda-tanda penyakit sebelum gejala muncul.
Salah satu temuan paling menarik adalah kemampuan Oura Ring 5 mendeteksi sakit lebih awal. Setiap kali pengguna mengalami flu, aplikasi sudah menunjukkan tanda-tanda ketegangan—termasuk suhu tubuh meningkat—saat pengguna masih merasa sehat. Gejala baru muncul satu hingga dua hari kemudian.
Tidak ada hasil positif palsu maupun negatif palsu yang dilaporkan. Dalam satu kejadian, cincin ini mendeteksi infeksi pasca operasi 12 jam lebih cepat dari dokter dan sebelum pengguna merasakan gejala apa pun.
Skor Resilience juga terbukti akurat menggambarkan periode stres berkepanjangan yang dialami pengguna. Aplikasi bahkan memberikan saran proaktif, seperti rekomendasi waktu terbaik untuk mulai bersantai di malam hari berdasarkan pola tidur pengguna.
Perbedaan paling mencolok dengan smartwatch tradisional adalah daya tahan baterai. Oura Ring generasi kelima hanya perlu diisi daya seminggu sekali saat baru, dan tetap mampu bertahan empat hingga lima hari setelah dua tahun pemakaian. Sebagai perbandingan, Apple Watch membutuhkan pengisian daya setiap hari.
Dari segi kenyamanan, Oura Ring 5 hampir tidak terasa saat dikenakan. Bobotnya yang hanya 2 hingga 2,7 gram—tergantung ukuran cincin—dan desain yang lebih tipis membuatnya jauh lebih tidak mengganggu dibanding pendahulunya.
Oura Ring 5 tersedia dalam enam pilihan warna akhir. Bahan titanium non-alergenik memastikan kenyamanan bagi pengguna dengan kulit sensitif. Harga perangkat ini belum diumumkan secara resmi untuk pasar Indonesia, namun di pasar global dibanderol mulai USD 349 (sekitar Rp 5,7 juta) dengan langganan tahunan untuk mengakses fitur lengkap.
Bagi pengguna yang sebelumnya memakai smartwatch dan merasa terganggu dengan pengisian daya harian serta ukuran perangkat yang besar, Oura Ring 5 menawarkan alternatif yang lebih praktis. Namun, perlu diingat bahwa fitur lengkap memerlukan langganan berbayar tahunan—sebuah model yang bisa menjadi pertimbangan tersendiri.