JAWA BARAT — Pertamina Patra Niaga tidak hanya fokus pada pasokan energi di kota-kota besar. Sepanjang 2025, perusahaan pelat merah ini memperluas akses energi hingga ke wilayah 3T yang selama ini kerap menjadi tantangan logistik. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pihaknya mengedepankan prinsip 4A+1S dalam setiap operasional.
"Kami menjalankan penyediaan energi dengan prinsip Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability, dan Sustainability," ujar Roberth dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).
Salah satu bukti keandalan pasokan terlihat saat momen libur panjang. Pertamina Patra Niaga membentuk satuan tugas khusus selama periode Ramadan-Idulfitri dan Natal-Tahun Baru. Distribusi BBM, LPG, dan avtur dipantau selama 24 jam dengan koordinasi lintas instansi.
Hasilnya, tidak ada laporan kelangkaan bahan bakar signifikan di titik-titik rawan, termasuk di bandara-bandara kecil yang melayani penerbangan perintis. Perusahaan juga mengandalkan jalur distribusi terintegrasi—darat, laut, dan udara—untuk menjangkau daerah terisolasi.
Kondisi darurat dan kebencanaan menjadi ujian lain. Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi tetap mengalir meski akses darat terputus. Di beberapa wilayah, perusahaan bekerja sama dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk mengirimkan BBM dan LPG melalui jalur udara atau laut.
Roberth menambahkan, capaian ini merupakan hasil komitmen seluruh karyawan. "Kami pastikan energi tersedia, mudah diakses, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat di seluruh Indonesia," katanya.
Untuk memperkuat aksesibilitas, Pertamina Patra Niaga juga mendorong digitalisasi subsidi. Langkah ini bertujuan agar bantuan energi tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kurang mampu di wilayah 3T. Selain itu, perusahaan mulai mengembangkan energi ramah lingkungan sebagai bagian dari prinsip keberlanjutan.
Meski belum dirinci lebih jauh, langkah ini sejalan dengan target pemerintah mengurangi emisi karbon dan memperluas penggunaan energi bersih di daerah terpencil. Pertamina Patra Niaga menargetkan infrastruktur distribusi yang lebih merata hingga ke ujung timur Indonesia pada tahun-tahun mendatang.