TASIKMALAYA — Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Tasikmalaya kini telah memiliki kepengurusan di 35 dari total 39 kecamatan. Langkah ini diambil untuk mempercepat pembinaan wirausaha muda hingga ke tingkat akar rumput, dengan target utama mencetak pelaku usaha baru yang mampu berkembang dan menciptakan lapangan kerja.
Ketua DPD FKP Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Fakhrudin Hidayat, menyatakan pembentukan struktur hingga tingkat kecamatan bukan sekadar formalitas organisasi. Ia menegaskan, pengurus di tingkat bawah akan menjadi ujung tombak dalam menjaring dan mendampingi pemuda yang memiliki potensi usaha.
“Tujuannya mereka ini menjadi kepanjangan tangan DPD. Tugasnya memberikan pelatihan, pendampingan, pembinaan, bahkan ketika kapasitas usahanya sudah berkembang dan membutuhkan dukungan, kita akan fasilitasi akses permodalannya,” ujar Fakhrudin kepada Priangan.com, Kamis (18/6/2026).
Menurut Fakhrudin, masih banyak anak muda di Tasikmalaya yang memiliki minat berwirausaha namun terhambat akses pelatihan, jaringan bisnis, dan modal pengembangan. Lewat jaringan kecamatan, FKP akan menjalankan program pendampingan langsung.
Pasca pembentukan kepengurusan, organisasi akan memetakan potensi usaha berdasarkan sektor unggulan seperti pertanian, jasa, perdagangan, dan teknologi informasi. Pemetaan ini akan menjadi acuan untuk menyusun pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Kami ingin melahirkan pengusaha-pengusaha muda baru yang tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Itu yang menjadi tujuan utama FKP ke depan,” pungkas Fakhrudin.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyambut baik perluasan jaringan ini. Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tasikmalaya, Asep Gunadi, yang mewakili Bupati, menilai FKP berperan penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan pemuda.
“FKP ini menjadi wadah bagi anak-anak muda Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki latar belakang dan minat di bidang usaha. Kami berharap organisasi ini terus tumbuh dan menjadi pionir dalam pengembangan usaha pemuda di daerah,” kata Asep.
Ia menambahkan, potensi ekonomi daerah cukup besar namun membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelolanya secara produktif dan inovatif. Pemerintah berharap pengurus kecamatan mampu menggali potensi wilayah masing-masing agar pemuda memiliki aktivitas produktif dan mampu bersaing.
FKP menargetkan empat kecamatan yang belum terbentuk kepengurusannya dapat segera rampung dalam waktu dekat. Setelah struktur organisasi lengkap, fokus utama akan beralih pada program pelatihan dan penguatan kapasitas SDM secara berkelanjutan.
Fakhrudin menekankan, ukuran keberhasilan organisasi bukan dari banyaknya pengurus yang dilantik, melainkan dari jumlah pelaku usaha muda yang berhasil tumbuh dan naik kelas. “Ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah yang ingin menumbuhkembangkan minat kewirausahaan,” ujarnya.