JAWA BARAT — Analis kebijakan publik itu mengaku pernah menyampaikan pandangannya secara langsung kepada Kepala Negara. Menurut Said, Prabowo mulai menunjukkan perubahan dengan keinginan mendengarkan dan mencari dukungan dari berbagai pihak. Namun, ia menegaskan bahwa sumber dukungan yang paling kritis justru berada di luar struktur kekuasaan formal.
Dalam pernyataan yang dikutip dari podcast To The Point Aja, Said Didu melontarkan kritik tajam terhadap para pembantu presiden. Ia menyebut mereka sebagai "penari sorak" yang hanya menikmati keuntungan dari jabatan, bukan berjuang untuk kepentingan bangsa.
"Saya belum pernah lihat wajah-wajah mereka sebagai petarung menyelamatkan negeri ini. Dia penikmat, bahkan saya menyatakan penari sorak," ujar Said.
Pernyataan ini menambah daftar panjang kritik yang kerap dilontarkan Said Didu kepada para elite di lingkaran Istana. Ia menilai sebagian besar persoalan negara saat ini justru berasal dari perilaku orang-orang yang berkuasa.
Said Didu bahkan memberikan angka spesifik terkait sumber masalah kebangsaan. Menurutnya, 90 persen persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah ulah orang-orang yang berada di dalam lingkar kekuasaan.
"Omongan orang dalam yang bikin masalah ini dalam masalah arogansi yang saya katakan tadi penguasa bermental oposisi," tegas mantan pejabat BUMN itu.
Ia menyindir fenomena pejabat yang bertindak seolah-olah berada di luar sistem, padahal mereka adalah bagian dari pemerintahan. Said menilai mentalitas semacam ini justru merusak tata kelola dan menghambat upaya penyelamatan negara.
Pernyataan Said Didu kali ini menjadi perhatian karena ia dikenal sebagai sosok yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah, namun juga memiliki akses komunikasi langsung dengan presiden. Pengakuannya bahwa ia pernah menyampaikan pesan serupa kepada Prabowo menunjukkan adanya hubungan personal yang masih terjaga di tengah perbedaan pandangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Istana Kepresidenan atau juru bicara Prabowo Subianto mengenai pernyataan Said Didu tersebut. Publik menunggu respons terhadap kritik yang menyasar langsung para pembantu presiden di lingkar dalam kekuasaan.