KOTA BEKASI — Disdamkarmat Kota Bekasi meminta warga menghentikan kebiasaan membakar sampah di pekarangan rumah atau lahan kosong. Permintaan itu disampaikan seiring masuknya musim kemarau yang membuat lingkungan lebih kering dan mudah terbakar.
Heryanto menjelaskan, api dari pembakaran sampah bisa menjalar cepat ke area sekitarnya, terutama jika ada tumpukan daun kering atau rumput. "Jangan membakar sampah sembarangan, hindari risiko yang bisa menimbulkan percikan api. Karena hal tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran," ujarnya, Selasa (16/6).
Potensi kebakaran disebutnya merata di hampir semua wilayah Kota Bekasi. Oleh karena itu, kewaspadaan warga di tingkat RT dan RW menjadi kunci utama pencegahan.
Disdamkarmat tidak hanya mengimbau, tetapi juga aktif melakukan edukasi ke masyarakat. Mereka mendata lahan-lahan kosong yang dipenuhi sampah atau rumput kering sebagai titik rawan kebakaran.
"Upaya pencegahan kita lakukan dengan membuka ruang pengaduan kepada masyarakat. Termasuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang potensi kebakaran," kata Heryanto.
Pihaknya juga membuka saluran informasi dan pengaduan seluas-luasnya. Warga diminta segera melapor jika melihat titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Disdamkarmat menyasar pengurus RT dan RW sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi ke warga. "Potensi kebakaran itu hampir merata di setiap wilayah. Makanya kami edukasi dan membuka ruang informasi serta pengaduan kepada warga termasuk pengurus RT dan RW soal bahaya kebakaran," ujar Heryanto.
Dengan pendekatan ini, diharapkan kesadaran warga untuk tidak membakar sampah sembarangan meningkat, sehingga risiko kebakaran selama musim kemarau bisa ditekan seminimal mungkin.