KARAWANG — Kementerian Sosial memastikan akses pengecekan status desil DTSEN bisa dilakukan oleh seluruh warga Jawa Barat. Data ini menjadi acuan utama pemerintah daerah dalam menyalurkan program perlindungan sosial, termasuk PKH, BPNT, dan bantuan lainnya.
Desil sendiri terbagi dalam sepuluh kelompok. Desil 1 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah yang menjadi prioritas utama penerima bansos. Semakin kecil angka desil, semakin tinggi prioritasnya.
Warga bisa mengecek secara mandiri melalui ponsel atau komputer. Langkahnya: buka laman cekbansos.kemensos.go.id, masukkan 16 digit NIK sesuai KTP, isi kode verifikasi yang muncul, lalu klik tombol Cari Data. Hasil status desil akan langsung ditampilkan.
Alternatif kedua lewat aplikasi mobile. Unduh aplikasi “Cek Bansos” dari Play Store, login dengan akun yang sudah terdaftar, pilih menu pengecekan data bansos, lalu input data diri. Metode ini lebih praktis bagi warga yang terbiasa menggunakan ponsel pintar.
Bagi warga yang terkendala akses internet, pengecekan bisa dilakukan secara offline. Siapkan KTP dan Kartu Keluarga, lalu datang ke kantor desa, kelurahan, atau Dinas Sosial setempat. Sampaikan kepada petugas bahwa Anda ingin mengecek data desil dalam DTSEN. Petugas akan membantu memverifikasi data Anda.
Jika ditemukan ketidaksesuaian data atau status yang tidak diperbarui, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan pendamping sosial atau petugas di Dinas Sosial setempat. Data yang akurat menjadi syarat utama agar bantuan tepat sasaran. (rk)