Komisi V DPR Temukan Deviasi 20 Persen di Proyek Sekolah Rakyat, Minta Review Desain dan Mitigasi Segera

Penulis: Uki Damayanti  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 21:27:31 WIB
Anggota Komisi V DPR melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi.
V DPR Temukan Deviasi 20 Persen di Proyek Sekolah Rakyat, Minta Review Desain dan Mitigasi Segera LEAD: Komisi V DPR RI menemukan deviasi pekerjaan mencapai 20 persen dalam pembangunan Kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi. Anggota Komisi V dari Fraksi PKB, Sudjatmiko, mendorong Kementerian Pekerjaan Umum melakukan review desain menyeluruh agar proyek strategis ini tidak molor dari jadwal. ISI:

JAWA BARAT — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko, memastikan pembangunan berjalan sesuai target, berkualitas, serta mengedepankan keselamatan anak dan keberlanjutan lingkungan. Hal itu disampaikan setelah kunjungan kerja ke Kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi. Sudjatmiko menyoroti progres pembangunan, potensi deviasi biaya, hingga kualitas fasilitas untuk para siswa.

Ia menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus dibangun dengan perencanaan matang. Tujuannya agar menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Kami melihat masih terdapat deviasi pekerjaan yang perlu segera dimitigasi. Jangan sampai persoalan teknis dan manajemen pelaksanaan menghambat program mulia ini. Karena itu, saya mendorong dilakukan review desain menyeluruh agar pelaksanaan proyek berjalan lebih efisien dan tepat waktu,” ujar Sudjatmiko.

Menurutnya, deviasi pekerjaan yang mencapai sekitar 20 persen harus menjadi perhatian serius. Ia menilai pola pelaksanaan subkontrak dan pengelolaan arus kas proyek perlu diperbaiki agar tidak mengganggu progres pembangunan di lapangan. Selain aspek konstruksi, Sudjatmiko juga memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan Sekolah Rakyat.

Ia menilai pembangunan tidak cukup hanya menyediakan embung atau kolam penampungan air. Kawasan itu juga harus dilengkapi sumur resapan guna menjaga keseimbangan air tanah. “Kalau hanya membuat tampungan air tanpa memperhatikan recharge air tanah, dalam jangka panjang bisa menimbulkan persoalan. Struktur bangunan mungkin tetap aman, tetapi fasilitas lain seperti jalan, lapangan olahraga, dan area publik berpotensi ambles atau retak. Ini tentu akan menambah biaya perawatan di kemudian hari,” jelasnya.

Sudjatmiko juga meminta aspek keselamatan anak menjadi prioritas utama dalam desain bangunan. Ia mengingatkan siswa Sekolah Rakyat, khususnya jenjang SD kelas 1 hingga kelas 4, masih membutuhkan pengawasan dan perlindungan ekstra. “Kelas maupun asrama harus dirancang aman. Jika ada bangunan dua lantai, jendelanya harus memiliki pengaman yang memadai. Jangan sampai ada celah yang membahayakan anak-anak. Keselamatan mereka harus menjadi standar utama dalam pembangunan,” tegas legislator PKB tersebut.

Tak hanya itu, ia turut menyoroti kualitas fasilitas sanitasi. Menurutnya, kamar mandi dan toilet harus menggunakan material yang kuat serta tahan terhadap kerusakan. “Jangan hanya mengejar estetika. Pintu kamar mandi, sanitasi, dan seluruh fasilitas pendukung harus memiliki standar kualitas yang baik karena akan digunakan oleh banyak anak setiap hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudjatmiko juga mengusulkan konsep penghijauan di lingkungan Sekolah Rakyat tidak hanya menggunakan tanaman perdu. Kawasan itu juga perlu dilengkapi pohon-pohon berbuah seperti jambu, mangga, dan belimbing. “Anak-anak perlu lingkungan yang asri dan menyenangkan. Kalau ada pohon buah, mereka bukan hanya mendapatkan keteduhan tetapi juga bisa belajar mencintai alam sekaligus memperoleh manfaat dari buah yang dihasilkan. Ini akan menjadi nilai tambah bagi Sekolah Rakyat,” katanya.

Sudjatmiko mengapresiasi pembangunan Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Ia berharap proyek ini dapat menjadi percontohan nasional yang mampu memberikan harapan baru bagi anak-anak Indonesia. “Program Sekolah Rakyat harus menjadi simbol bahwa negara hadir untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak Indonesia. Karena itu, pembangunan harus dilakukan dengan baik, berkualitas, memperhatikan keselamatan, serta ramah terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top