Aksi Bersih Pantai di Tanah Merah Kumpulkan 202,7 Kg Sampah, 350 Bibit Mangrove Ditanam

Penulis: Uki Damayanti  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 16:20:31 WIB
Peserta aksi bersih Pantai Tanah Merah mengumpulkan 202,7 kg sampah sebagai upaya pelestarian lingkungan.

JAWA BARAT — Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan bahwa upaya menjaga Pantai Tanah Merah tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan dan perawatan ekosistem pesisir harus berkelanjutan untuk mencegah abrasi yang semakin tinggi.

350 Bibit Mangrove untuk Cegah Abrasi dan Jaga Ekosistem

Selain memungut sampah, para peserta menanam 350 bibit mangrove di sepanjang pesisir. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga fungsi pantai sebagai benteng alami. “Kita perlu terus melakukan penanaman, terutama mangrove, karena kalau tidak ditanami, abrasi bisa semakin tinggi dan kita bisa kehilangan pantai yang indah ini,” ujar Myrna dalam keterangannya.

Aksi ini diikuti oleh unsur Otorita IKN, Bank Indonesia, kementerian/lembaga terkait, TNI/Polri, BIN Daerah Kawasan IKN, BPDAS Mahakam Berau, Puskesmas Samboja, serta sejumlah perusahaan seperti PT Pertamina Hulu Mahakam, Artha Graha, Paragon, NSSE, Electronic City, Nusantara Park, dan PT Ekosistem Prima Nusantara. Masyarakat sekitar, bank sampah, dan pengelola Pantai Tanah Merah juga turun langsung.

Pelajar Belajar Langsung dari Persoalan Pesisir

Kegiatan edukatif menjadi salah satu sorotan. Perwakilan dari MTs Al Hidayah dan SD Negeri 018 Samboja mendapat pengalaman belajar di luar kelas. Mereka mengikuti pemaparan singkat mengenai sampah pesisir dan fungsi mangrove, sebelum praktik langsung memilah sampah dan menanam bibit.

Guru SD Negeri 018 Samboja, Rina Handayani, mengatakan kegiatan ini memberi perspektif baru bagi murid-muridnya. “Selama ini mereka belajar dari lingkungan sekolah, hari ini mereka bisa belajar dari lingkungan yang lebih luas. Kebersihan itu utama dan tanggung jawab bersama,” kata Rina.

Dukungan KOPERBI IKN untuk Target Forest City

Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Aura Pandu Wirawan, menyebut aksi ini sebagai bentuk kolaborasi nyata lintas sektor. Menurutnya, kerja sama antara Otorita IKN, Bank Indonesia, kementerian/lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya penting untuk menjaga kawasan IKN tetap hijau. “Ini bentuk aksi nyata... supaya kawasan ini tetap hijau dan dapat mencapai tujuan IKN sebagai forest city,” ujar Pandu.

Jenis sampah yang dikumpulkan meliputi plastik, ranting, kertas, dan berbagai residu lainnya. Aksi bersih ini menjadi pengingat bahwa tekanan sampah terhadap pesisir Nusantara masih tinggi, dan penanganannya membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak, bukan hanya pemerintah.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: kaltimkita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top