GARUT — Ratusan atlet muda, ofisial, dan keluarga pendamping dari enam daerah di Priangan Timur mulai memadati Kabupaten Garut sejak akhir pekan lalu. Mereka hadir untuk mengikuti Liga Jabar Istimewa U-12 yang dibuka langsung oleh Bupati Abdusy Syakur Amin di SOR RAA Adiwijaya.
Menurut Syakur, gelaran ini bukan sekadar kompetisi sepak bola anak-anak. Ia melihat ada potensi ekonomi yang mengalir ke pelaku usaha lokal, mulai dari pedagang kuliner, penginapan, hingga transportasi selama turnamen berlangsung.
Syakur menjelaskan, kehadiran peserta dari Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran menciptakan perputaran uang di sektor informal. "Kegiatan seperti ini juga berdampak pada ekonomi," ujarnya.
Ia mencontohkan, warung makan di sekitar lokasi pertandingan dan hotel di pusat kota Garut mulai kebanjiran pelanggan sejak hari pertama kompetisi. "Ini peluang yang harus dikelola dengan baik," tambah Syakur.
Melihat antusiasme penyelenggaraan event olahraga di Garut, Syakur mendorong penguatan konsep wisata olahraga atau sport tourism. Ia menilai Kabupaten Garut memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah kejuaraan regional hingga nasional.
Untuk mewujudkannya, ia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut terus membenahi fasilitas di kawasan SOR RAA Adiwijaya. Menurut Syakur, kualitas sarana dan prasarana menjadi faktor penarik bagi penyelenggara untuk kembali menggelar kompetisi di Garut.
Di akhir sambutannya, Syakur berpesan kepada panitia agar mengutamakan pelayanan, keamanan, dan ketertiban selama pertandingan. "Saya titip kepada para penyelenggara agar memberikan kepuasan kepada para peserta sehingga kegiatan ini berjalan aman, tertib, lancar, dan sportif," kata dia.
Ia optimistis, jika penyelenggaraan tahun ini berjalan baik, Liga Jabar Istimewa U-12 maupun event olahraga lain akan kembali digelar di Garut. "Kalau penyelenggaraannya baik, insya Allah kegiatan seperti ini akan kembali diselenggarakan di Garut," pungkas Syakur.