BANDUNG — Suhu tertinggi di Kota Bandung diprediksi mencapai 30 derajat Celcius pada pukul 13.00 WIB, dengan kelembapan udara menyusut ke titik terendah 56 persen. Namun, memasuki sore hari, kelembapan melonjak drastis menjadi 86 persen saat suhu turun ke 26 derajat Celcius. Lonjakan ini menandakan udara mulai jenuh kembali setelah terik siang.
Fenomena ini kerap membingungkan warga. Pada pukul 19.00 WIB, langit diprediksi cerah dengan suhu 24 derajat Celcius, tetapi kelembapan justru mencapai 93 persen. Menjelang tengah malam, suhu mendingin hingga 20 derajat Celcius dengan kelembapan 96 persen. Puncaknya terjadi pada dini hari, di mana suhu terendah 18 derajat Celcius diiringi kelembapan maksimal 99 persen—mendekati titik jenuh atau titik embun.
"Udara yang jenuh ini membuat suhu terasa lebih dingin dan lembap, berbeda dengan persepsi umum bahwa malam cerah berarti kering," demikian keterangan dari BMKG.
Untuk Rabu (16/4) besok, tren cuaca sedikit berubah. BMKG memprediksi hujan ringan akan turun pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB dengan suhu 27 derajat Celcius. Prakiraan ini membantah anggapan bahwa Jawa Barat akan terus didominasi cuaca cerah di pertengahan bulan ini.
Warga di Kecamatan Sukasari dan area Bandung Raya disarankan untuk menyiapkan perlindungan dari radiasi UV saat jam puncak terik siang ini. Meskipun udara terasa kering pada siang hari, jangan lengah membawa pelembap kulit mengingat kelembapan malam yang sangat tinggi.
Untuk menghindari tumbuhnya jamur akibat udara lembap, pastikan ventilasi rumah tetap berjalan baik, terutama pada malam hari saat kelembapan mencapai titik jenuh. Bagi yang beraktivitas di luar ruangan besok, waspadai potensi hujan ringan pada sore hari.