JAWA BARAT — Laga perdana Grup B rampung setelah Qatar dan Swiss bermain sama kuat 1-1 di Levi’s Stadium, Minggu (14/6) dini hari WIB. Sehari sebelumnya, Kanada dan Bosnia & Herzegovina juga berbagai angka dengan skor identik. Hasil ini menciptakan situasi langka: keempat tim sama-sama mengantongi satu poin, tanpa ada yang unggul selisih gol maupun produktivitas.
Aturan FIFA mewajibkan tim melalui enam kriteria sebelum berbicara soal peringkat FIFA. Setelah poin, selisih gol, dan jumlah gol dinyatakan identik, giliran poin fair play yang menentukan. Swiss menjadi yang terbaik dengan hanya satu kartu kuning sepanjang laga pertama.
Kanada dan Qatar sama-sama mendapat dua kartu kuning, sementara Bosnia menjadi yang paling kasar dengan tiga kartu kuning. Konsekuensinya, Granit Xhaka dan kolega berhak menempati posisi teratas.
Kanada dan Qatar juga memiliki rekor disiplin yang sama, sehingga klasemen kembali ke aturan keempat: peringkat FIFA. Tim asuhan Alphonso Davies yang berada di peringkat 30 dunia dianggap lebih layak duduk di posisi dua ketimbang Qatar yang bertengger di peringkat 56. Bosnia harus puas di dasar klasemen.
Kondisi ini menekankan betapa ketatnya persaingan di Grup B. Satu kemenangan di laga kedua bisa langsung mengubah peta persaingan secara drastis.
Setiap tim masih memiliki dua pertandingan sisa untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar. Swiss akan menghadapi Kanada, sementara Qatar berduel dengan Bosnia. Pertandingan-pertandingan ini akan menjadi ujian nyata apakah keunggulan fair play Swiss bisa bertahan atau justru performa di lapangan yang akhirnya bicara.