CIREBON — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar Seminar Nasional di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Jumat (12/6/2026). Acara ini menyasar mahasiswa sebagai kelompok yang dinilai paling rentan terhadap jeratan scam dan kesalahan penggunaan produk keuangan digital.
Plh Kepala OJK Cirebon, Tesar Pratama Gustarjidi, menyebut hasil Survei Nasional 2025 menjadi dasar pemilihan mahasiswa sebagai sasaran edukasi. Survei itu mengungkap bahwa kelompok pelajar masih memiliki celah literasi yang cukup lebar dibandingkan akses mereka terhadap layanan keuangan.
"Tanpa edukasi, kita bisa salah dalam menggunakan produk dan layanan sektor jasa keuangan," ujarnya.
Menurut Tesar, era digital membawa kemudahan akses, tetapi juga tantangan baru. Mahasiswa disebutnya kerap tidak memahami istilah-istilah teknis seperti bunga flat, denda bunga berbunga, hingga profil risiko.
"Saya yakin adik-adik mahasiswa memanfaatkan semua hal ini. Namun, jika tidak memahami dengan baik, dampak negatif bisa muncul," kata Tesar.
Wakil Rektor 3 UGJ, Komarudin, mengapresiasi inisiatif OJK yang tidak hanya berperan sebagai regulator dan pengawas, tetapi juga turun langsung memberikan edukasi ke kampus. Ia menilai kolaborasi antara regulator, akademisi, dan mahasiswa menjadi kunci membangun generasi yang cerdas finansial.
"Literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan, melainkan keterampilan hidup yang akan menentukan daya saing generasi muda di masa depan," tegas Komarudin.
Ia berharap seminar ini bisa menjadi agenda rutin agar mahasiswa tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu mengenali modus-modus penipuan berbasis digital yang kian variatif.
OJK Cirebon menegaskan bahwa fungsi edukasi menjadi prioritas seiring meningkatnya jumlah pengguna layanan keuangan digital di kalangan anak muda. Tesar menambahkan, tanpa pemahaman yang cukup, mahasiswa bisa terjerat pinjaman online ilegal atau investasi bodong yang mengatasnamakan teknologi.
Seminar ini menjadi salah satu rangkaian program OJK untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Ke depan, OJK berencana memperluas jangkauan edukasi ke kampus-kampus lain di Jawa Barat.