Jemaah Haji Jawa Barat Terbang dari Kertajati, Penerbangan Internasional di Jabar Melesat 711 Persen pada April 2026

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 11:49:31 WIB
Jemaah haji Jawa Barat berangkat dari Bandara Kertajati menuju Singapura pada April 2026.

BANDUNG — Sektor penerbangan internasional di Jawa Barat mengalami pertumbuhan yang kontras dengan penerbangan domestik pada April 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat yang dirilis Selasa (2/6) menunjukkan jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara komersial internasional mencapai 6.511 orang, melonjak 711,85 persen dibanding Maret 2026.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan tahunan (year-on-year) penerbangan internasional tercatat sebesar 555,03 persen. Lonjakan signifikan ini terjadi karena dimulainya pemberangkatan jemaah haji asal Jawa Barat yang terbang langsung dari Bandara Kertajati, Majalengka.

Satu Rute Internasional, Tujuan Singapura

Saat ini, penerbangan internasional dari Bandara Kertajati masih melayani satu rute, yaitu keberangkatan menuju Singapura. Seluruh lonjakan penumpang pada April 2026 didominasi oleh pemberangkatan jemaah haji yang menggunakan rute tersebut.

Kondisi ini berbeda jauh dengan sektor penerbangan domestik di Jawa Barat. BPS mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik pada April 2026 hanya sebanyak 335 orang. Angka ini merosot 75,35 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 1.359 orang.

Penurunan Drastis Penerbangan Domestik

BPS mengamati lima bandara yang melayani penerbangan domestik di Jawa Barat, yaitu Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Kertajati (Majalengka), Bandara Nusawiru (Pangandaran), Bandara Cakrabhuwana Penggung (Cirebon), dan Bandara Wiriadinata (Tasikmalaya). Secara tahunan, jumlah penumpang domestik ambles 93,84 persen dari 5.430 orang pada April 2025 menjadi hanya 335 orang pada April 2026.

Penurunan paling tajam terjadi di Bandara Husein Sastranegara. Bandara di Kota Bandung ini hanya memberangkatkan 58 orang pada April 2026, atau turun 94,26 persen dari bulan sebelumnya. BPS menyebut penyebab utamanya adalah penutupan sementara rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara menuju Yogyakarta dan Semarang.

Bandara Nusawiru Masih Mendominasi

Meski secara umum menurun, Bandara Nusawiru di Pangandaran masih menjadi bandara dengan kontribusi terbesar penerbangan domestik di Jawa Barat. Sebanyak 253 orang berangkat dari bandara tersebut pada April 2026, meskipun angka itu turun 19,94 persen dibanding Maret 2026 yang mencapai 316 orang.

Sementara itu, Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya mencatat 17 orang penumpang berangkat, dan Bandara Kertajati hanya melayani 7 penumpang domestik. Adapun Bandara Cakrabhuwana Penggung di Cirebon tidak mencatatkan satu pun keberangkatan penumpang domestik pada April 2026.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top