BANDUNG — Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, berakhir sekitar pukul 17.45 WIB. Ratusan peserta bergerak berbaris meninggalkan lokasi dengan arahan koordinator lapangan, menuju titik kumpul di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, dekat Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Jalan Dipati Ukur.
Sambil berjalan, para mahasiswa tetap menjaga barisan dan menyuarakan orasi serta yel-yel berisi kritik terhadap pemerintah. Suasana berlangsung tertib hingga massa benar-benar meninggalkan area DPRD.
Presiden Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Khalid Syaiful, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan yang tengah berkembang di masyarakat. Menurut dia, demonstrasi menjadi ruang menyatukan keresahan mahasiswa atas sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung pada warga.
"Hari ini tujuan kami adalah pertama tentunya membahas terkait isu yang sedang ramai yang ada di masyarakat," kata Khalid di sela aksi.
Ada tiga isu utama yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut:
"Itu yang kemudian kami soroti karena itu akan berdampak kepada sektoral-sektoral kehidupan yang ada di masyarakat sehari-hari," ucap Khalid.
Khalid menjelaskan bahwa tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut merupakan hasil konsolidasi mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa aksi ini ingin membangun kesadaran bersama terhadap kegagalan pemerintah dalam mengelola negara.
"Kami ingin aksi kami pada hari ini teman-teman memiliki kesadaran terhadap keresahan yang sama bagaimana akhirnya pemerintah hari ini gagal dalam mengelola negara yang baik seperti itu," ujar Khalid.
Pantauan di lokasi menunjukkan massa bergerak secara terorganisir. Mereka saling mengawasi satu sama lain selama perjalanan menuju titik kumpul. Aksi berlangsung tanpa insiden berarti.