JAWA BARAT — Cristiano Ronaldo akan menginjak usia 41 tahun saat Piala Dunia 2026 bergulir di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. Usia tak menghentikan ambisinya. Catatan gol di lima edisi sebelumnya jadi modal utama.
Portugal tergabung di Grup J bersama Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia. Laga perdana melawan Kongo pada Kamis (18/6/2026) di Houston Stadium, Houston, menjadi panggung pertama bagi Ronaldo untuk mengukir sejarah.
Perjalanan Ronaldo di Piala Dunia dimulai di Jerman 2006. Saat itu ia masih berusia 21 tahun dan baru mencetak satu gol. Gol itu lahir dari titik penalti ke gawang Iran saat Portugal menang 2-0.
Empat tahun berselang di Afrika Selatan 2010, Ronaldo kembali menyumbang satu gol. Kali ini ke gawang Korea Utara dalam kemenangan telak 7-0 Portugal.
Puncak produktivitas terjadi di Rusia 2018. Ronaldo mencetak empat gol, termasuk hat-trick spektakuler ke gawang Spanyol di laga pembuka. Sementara di Brasil 2014 dan Qatar 2022, ia masing-masing mencatatkan satu gol.
Kongo bukan lawan ringan, tapi Portugal tetap difavoritkan menang. Laga pertama biasanya jadi ajang pembuktian pemain bintang. Jika Ronaldo mencetak gol di laga ini, rekor enam edisi beruntun dengan gol langsung di genggaman.
Sepanjang kariernya di Piala Dunia, Ronaldo mengoleksi delapan gol dari lima turnamen. Jumlah itu bisa bertambah di Amerika Utara nanti. Portugal kini memiliki skuad yang lebih matang dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Timnas Portugal kini diperkuat generasi emas seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, dan Rafael Leão. Kehadiran mereka memberi Ronaldo suplai bola berkualitas di lini depan. Pelatih Roberto Martinez punya tugas meramu strategi agar sang kapten bisa fokus mencetak gol tanpa terbebani tugas defensif.
Jika Ronaldo benar-benar mencetak gol di Piala Dunia 2026, ia akan meninggalkan Lionel Messi dan pemain legendaris lainnya dalam hal konsistensi mencetak gol di turnamen terbesar sepak bola dunia. Rekor yang hampir mustahil terkejar.