KUNINGAN — Sebanyak 280 ekor sapi pasundan di enam desa di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, menjalani pengambilan sampel darah dan pemeriksaan kesehatan dalam rangka surveilans Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Kegiatan ini digelar oleh tim Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat bersama Balai Veteriner Subang pada 2-5 Juni 2026.
Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan Asep Taufik Rohman mengatakan, dari total 280 sapi yang diperiksa, Desa Dukuhbadag menjadi lokasi dengan jumlah sampel terbanyak, yakni mencapai 125 ekor. Disusul Desa Bantarpanjang dengan 59 sapi, Desa Cipondok 41 sapi, Desa Cisaat 30 sapi, dan Desa Citenjo 25 sapi.
“Seluruh pengambilan sampel dilakukan sesuai prosedur teknis, guna memastikan data yang diperoleh memiliki tingkat akurasi dan validitas yang memadai,” ujar Asep di Kuningan, Senin.
Menurut Asep, hasil surveilans ini menjadi dasar penilaian status kesehatan populasi sapi pasundan. Data tersebut akan digunakan sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam menjaga kesehatan ternak sekaligus mendukung pelestarian plasma nutfah sapi pasundan sebagai ternak lokal unggulan Jawa Barat.
“Hasil surveilans ini menjadi salah satu tahapan penting dalam mendukung penetapan wilayah sumber bibit sapi pasundan di Jawa Barat,” kata dia.
Proses penetapan wilayah sumber bibit dinilai strategis untuk memperkuat pengembangan sapi pasundan. Pemerintah daerah berharap langkah ini mampu menjaga keberlanjutan sumber daya genetik ternak asli Jawa Barat yang kini mulai langka.
“Kami berharap proses penetapan wilayah sumber bibit dapat memperkuat pengembangan sapi pasundan dan menjaga keberlanjutan sumber daya genetik ternak asli Jawa Barat tersebut,” ujar Asep.