JAWA BARAT — Factorial Energy mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada 8 Juni 2026 di bawah kode saham “FAC” dan “FACWW”. Langkah ini diambil setelah perusahaan menyelesaikan merger dengan Cartesian Growth Corp III, sebuah perusahaan SPAC. Merger ini bernilai sekitar 1,3 miliar dolar AS dan akan memberikan Factorial dana segar hingga 110 juta dolar AS untuk pengembangan bisnis.
Pada September 2025, Mercedes-Benz melakukan uji coba dengan menanamkan sel baterai Factorial ke dalam mobil listrik EQS. Hasilnya, mobil tersebut mampu menempuh lebih dari 1.200 km dalam sekali pengisian daya. Kepala Teknologi Mercedes-Benz, Markus Schäfer, menyebut teknologi ini sebagai “gamechanger” sejati untuk kendaraan listrik.
Yang menarik, energi yang bisa digunakan dari baterai solid-state ini meningkat 25 persen, sementara bobot dan ukurannya hampir sama dengan baterai standar EQS. Artinya, peningkatan jarak tempuh tidak mengorbankan ruang kabin atau bobot kendaraan.
CEO Factorial Energy, Siyu Huang, mengatakan bahwa perusahaannya tidak hanya fokus pada kendaraan listrik. “Kami membangun Factorial untuk memecahkan salah satu masalah terkeras di bidang energi — membuat solid-state menjadi nyata dalam skala besar,” ujarnya. Factorial sudah menjalin kemitraan dengan Mercedes-Benz, Hyundai, Kia, dan Stellantis untuk mengembangkan baterai generasi berikutnya.
Selain otomotif, Factorial juga menyasar sektor pertahanan, aerospace, robotika, dan pusat data skala besar. Huang menambahkan bahwa baterainya sudah terbukti bisa digunakan di dunia nyata, bukan hanya di laboratorium.
Dalam pengujian laboratorium, Stellantis memverifikasi sel baterai Factorial berkapasitas 77 Ah dengan kepadatan energi 375 Wh/kg. Baterai ini mampu bertahan lebih dari 600 siklus pengisian daya. Waktu pengisian dari 10 persen hingga 90 persen hanya butuh 18 menit, dengan tingkat pengosongan mencapai 4C.
Perbandingan dengan baterai lithium-ion konvensional cukup mencolok: paket baterai Factorial sepertiga lebih kecil dan 40 persen lebih ringan (580 lbs vs 800 lbs). Jarak tempuh pun disebut bisa melampaui 600 mil atau sekitar 960 km.
Dalam wawancara dengan The New York Times pada Desember 2025, Huang menyebut baterai Factorial bisa mulai dipasang di mobil produksi massal pada 2027. Awal tahun ini, Factorial juga meluncurkan program baterai solid-state komersial pertama di AS melalui kemitraan dengan Karma Automotive.
Factorial tidak khawatir dengan perlambatan elektrifikasi yang dilakukan Ford dan GM. Menurut Huang, masih ada masalah mendasar pada baterai saat ini: “Baterai yang ada tidak cukup besar dan tidak cukup ringan. Ini belum efisien. Perlu ada generasi berikutnya untuk menjawab masalah yang dihadapi konsumen AS.”