Tiga Kebakaran Besar Landa Jakarta Sepanjang 2026, Anggota DPRD Soroti Tata Kota dan Infrastruktur Damkar

Penulis: Valdi Pratama  •  Senin, 08 Juni 2026 | 20:03:01 WIB
Kebakaran besar melanda permukiman padat di Kemayoran, Jakarta, Senin (8/6/2026).

JAWA BARAT — Ratusan bangunan ludes dan puluhan Kartu Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dalam tiga kebakaran besar yang melanda Jakarta sepanjang tahun ini. Peristiwa paling baru terjadi di permukiman padat penduduk Kemayoran, Senin (8/6/2026), setelah sebelumnya kebakaran melanda Tambora pada Januari dan apartemen di Tanjung Duren pada April.

Kepadatan Bangunan dan Jalan Sempit Jadi Pemicu Utama

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mengidentifikasi sejumlah faktor yang membuat kebakaran sulit ditangani. Menurutnya, tata kota yang buruk menjadi akar masalah utama.

“Rumah-rumah di kawasan rawan terbakar dibangun secara berdempetan, sehingga membuat api mudah menyebar ke bangunan-bangunan di sebelahnya,” kata Kevin dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Kondisi ini diperparah dengan akses jalan yang sempit. Mobil pemadam kebakaran (damkar) kerap kesulitan masuk ke lokasi kejadian, memperlambat proses pemadaman. Kevin juga menyoroti minimnya hidran air di sejumlah titik strategis.

Program APAR di Tingkat RT Belum Efektif

Kevin mempertanyakan efektivitas program 1 Rukun Tetangga 1 Alat Pemadam Api Ringan (1 RT 1 APAR) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menilai program tersebut belum berjalan optimal sebagai langkah deteksi dan respons dini.

“Sebenarnya, kita berharap program ini bisa mempermudah warga di masing-masing lingkungannya untuk lebih gesit memadamkan api ketika pertama kali muncul di sekitarnya,” tegasnya.

Tanpa evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut, kata Kevin, kebakaran serupa berpotensi terus berulang. Ia mendesak Pemprov DKI untuk melakukan audit menyeluruh terhadap infrastruktur pemadam kebakaran dan tata ruang di wilayah rawan bencana.

Evaluasi Sistemik Diperlukan untuk Cegah Bencana Berulang

Rentetan kebakaran ini menunjukkan perlunya pembenahan dari hulu ke hilir. Mulai dari penataan ulang permukiman padat, penambahan jalur akses damkar, hingga pengadaan hidran dan alat pemadam di tingkat warga.

“Pemerintah harus serius. Bukan hanya memadamkan api, tapi juga memastikan api tidak mudah menyebar dan warga punya kemampuan awal untuk memadamkannya,” ujar Kevin.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemprov DKI Jakarta mengenai langkah tindak lanjut atas masukan dari DPRD tersebut. Kebakaran di Kemayoran masih dalam proses pendinginan oleh petugas damkar.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: detikindonesia.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top