GARUT — Moch. Ridho Maulana Yusuf Arifin, seorang santri dari Al Mashduqi International Islamic Boarding School (IIBS) Garut, berhasil mendapatkan Beasiswa Pemerintah Rusia Tahun 2026. Ia akan menempuh pendidikan S1 Program Studi Trading Business di Ural Federal University.
Keberhasilan Ridho menambah daftar panjang alumni Al Mashduqi IIBS yang berhasil menembus perguruan tinggi ternama dunia. Sebelumnya, tiga angkatan alumni pesantren tersebut telah lebih dulu melanjutkan studi ke Universitas Al Azhar, Kairo, salah satu kampus Islam paling bergengsi secara global.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pesantren modern tidak hanya membentuk karakter Islami, tetapi juga mampu menyiapkan generasi muda untuk bersaing di tingkat internasional. Ridho dinilai memiliki persiapan akademik dan kemampuan bahasa asing yang mumpuni.
“Keberhasilan Moch. Ridho Maulana Yusuf Arifin meraih Beasiswa Pemerintah Rusia Tahun 2026 menjadi bukti bahwa kuliah di luar negeri bukan sekadar mimpi. Dengan persiapan yang tepat sejak dini, peluang untuk menembus kampus-kampus dunia sangat terbuka,” ujar Direktur Al Mashduqi Islamic School (Al Mashduqi IIBS), H. Arif Bakhtiar, S.Th.I., M.M.
Menurutnya, pendidikan yang diterapkan di Al Mashduqi IIBS tidak hanya berorientasi pada nilai akademik semata. Lembaga tersebut juga menekankan pembentukan karakter, jiwa kepemimpinan, serta wawasan global yang dibutuhkan generasi masa depan.
Perjalanan Ridho dari Garut menuju Rusia menjadi inspirasi bagi pelajar dan santri di Kabupaten Garut, bahkan Indonesia. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kemampuan akademik, penguasaan bahasa asing, serta kesiapan menghadapi tantangan internasional menjadi faktor kunci untuk meraih kesempatan belajar di luar negeri.
Al Mashduqi IIBS Garut menilai akses pendidikan global semakin terbuka lebar bagi siswa Indonesia. Berbagai program beasiswa dari Timur Tengah hingga Eropa dapat dimanfaatkan oleh pelajar berprestasi, asalkan dipersiapkan sejak dini.
Keberhasilan alumni Al Mashduqi IIBS yang diterima di kampus internasional menunjukkan bahwa peluang tersebut nyata. Namun, dibutuhkan persiapan matang mulai dari peningkatan prestasi akademik, kemampuan bahasa asing, hingga pengembangan soft skill.
“Kalau Ridho bisa, kamu juga bisa. Persiapkan dirimu dari sekarang untuk meraih kampus impian di berbagai belahan dunia,” pungkas H. Arif Bakhtiar.***