BEKASI — Tren seblak prasmanan tengah meramaikan peta kuliner Bekasi. Berdasarkan ulasan dan rating di Google Maps, lima warung seblak berhasil mencuri perhatian pencinta pedas karena konsep prasmanan yang memungkinkan pelanggan meracik sendiri porsi dan isiannya.
Salah satu yang paling viral adalah warung yang menyediakan lebih dari 50 jenis topping. Mulai dari ceker, bakso, sosis, seafood, hingga aneka sayuran segar, semuanya bisa ditakar sendiri sebelum dimasak dengan bumbu kencurnya.
Pelanggan tinggal memilih mangkuk, mengisi topping sesuai selera, lalu menyerahkannya ke penjual untuk diolah. Sistem ini membuat porsi dan variasi rasa bisa disesuaikan dengan keinginan masing-masing.
Yang membedakan warung-warung ini dari seblak biasa adalah penggunaan cabai asli yang diulek langsung. Level pedasnya bisa diatur dari level 0 hingga level 5, tergantung toleransi lidah.
Beberapa warung bahkan menyediakan sambal coet sebagai pelengkap. Gaya penyajian ini menggunakan cobek batu kecil, tempat pelanggan bisa mengulek sendiri cabai dan bawang sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan.
Tak hanya kuah seblak original, beberapa warung di Bekasi juga menyajikan varian kuah seafood tom yum. Kuah ini menggunakan campuran kaldu udang, serai, dan jeruk nipis yang memberi sensasi asam pedas segar.
Varian ini banyak dipilih pelanggan yang bosan dengan rasa seblak konvensional. Harganya pun masih terjangkau, berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu per porsi tergantung topping yang dipilih.
Berdasarkan data Google Maps, berikut lima warung seblak prasmanan yang masuk daftar hits di Bekasi:
Mayoritas warung ini mulai ramai dikunjungi pada sore hingga malam hari, terutama akhir pekan. Beberapa pelanggan rela mengantre hingga 30 menit demi mendapat seblak prasmanan favorit mereka.
Pemilik warung biasanya menyediakan tempat duduk terbatas. Sebagian besar pelanggan memilih membungkus atau memesan melalui layanan ojek daring yang tersedia di sekitar lokasi.