BOGOR — Proyek jalan khusus tambang di Bogor Barat memasuki babak baru setelah pemerintah daerah memastikan skema pembiayaan yang tidak membebani APBD secara sekaligus. Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, yang akrab disapa Jaro Ade, menyatakan pembebasan lahan akan dijalankan secara bertahap.
"Pembangunan jalan tambang saat ini masih berada pada tahapan administrasi, termasuk proses penetapan lokasi di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujar Ade Ruhandi, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Jaro Ade, setelah penetapan lokasi (Penlok) diterbitkan oleh Pemprov Jabar, proses tidak langsung beralih ke pembebasan lahan. Ada tahapan appraisal atau penilaian lahan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Appraisal ini akan menjadi dasar bagi Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mendelegasikan kewenangan pengadaan tanah kepada BPN Kabupaten Bogor.
"Kalau sudah ada penlok, setelah penlok kan tidak langsung bisa pembebasan. Ada appraisal, beres appraisal baru nanti Kanwil BPN mendelegasikan kepada BPN Kabupaten," jelasnya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk segera melengkapi dokumen administrasi yang dibutuhkan. Data kepemilikan tanah dan verifikasi lahan hibah menjadi prioritas utama yang harus rampung dalam waktu dekat.
"Minggu lalu Pak Bupati sudah mengeluarkan surat lagi, meminta kepada tim untuk secepatnya melengkapi seluruh administrasi, terutama kepada satuan kerja perangkat daerah yang sudah ditugaskan," kata Ade.
Selain jalan tambang, Pemkab Bogor juga tengah mengurus penetapan lokasi untuk sejumlah proyek strategis lainnya, seperti pengembangan kawasan Bogor Timur dan Bogor Barat. Sementara itu, proyek Jalan Lingkar Leuwiliang-Rancabungur disebut telah lebih dahulu mendapatkan Penlok dari Pemprov Jabar.
Ade menambahkan, pembebasan lahan tidak hanya menyasar trase jalan tambang, tetapi juga mencakup sejumlah bidang tanah yang diperoleh melalui mekanisme hibah untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut.
Sebelumnya, Bupati Rudy Susmanto memastikan pembangunan jalan tambang tetap dilanjutkan meskipun Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih mengkaji keberlangsungan aktivitas pertambangan di wilayah barat Kabupaten Bogor. Kepastian ini menjadi sinyal bahwa proyek infrastruktur pendukung industri tambang tersebut tetap menjadi prioritas daerah.