JAWA BARAT — Komitmen itu disampaikan Andre usai menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Bola Padel Seluruh Indonesia (PBPI) Provinsi Sumatera Barat. Dalam kesempatan tersebut, politisi Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa turnamen padel tidak hanya akan menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menjaring bibit atlet potensial.
Andre menyebutkan, Rosiade Padel Cup pertama akan digelar dalam waktu dekat. Turnamen kedua menyusul di semester berikutnya dengan skala yang lebih luas.
"Kami ingin memastikan ada kegiatan berjenjang. Targetnya dua kali setahun agar pembinaan atlet padel di Sumbar berjalan kontinu," ujarnya di Padang, kemarin.
Padel merupakan cabang olahraga yang relatif baru di Indonesia dan mulai mendapat perhatian di sejumlah daerah. Kehadiran turnamen rutin diharapkan mendorong minat masyarakat serta menciptakan ekosistem kompetisi yang sehat.
Menurut Andre, Sumbar memiliki potensi besar untuk mengembangkan padel karena antusiasme pemain muda cukup tinggi. Ia berjanji akan mengalokasikan dukungan dari berbagai sumber, termasuk kemitraan dengan pihak swasta, untuk menyukseskan turnamen tersebut.
Sebagai Wakil Ketua Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, dan investasi, Andre mengakui olahraga bukanlah ranah utama komisinya. Namun, ia menyebut pembinaan atlet bisa berjalan beriringan dengan pengembangan industri olahraga nasional.
"Padel punya potensi ekonomi. Kalau turnamen rutin, akan ada efek berganda untuk UMKM lokal, hotel, dan sektor jasa lainnya," kata Andre.
Pelantikan pengurus PBPI Sumbar sendiri berlangsung dihadiri oleh sejumlah pengurus pusat dan daerah. Organisasi ini ditargetkan mampu menjadi motor penggerak padel di tingkat provinsi dengan menyusun kalender kompetisi tahunan.
Andre menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan padel di Sumbar dan membuka kemungkinan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk penyediaan fasilitas lapangan. Ia optimistis, dengan dukungan yang konsisten, padel bisa menjadi salah satu cabang andalan daerah dalam ajang nasional.