Modul EVPlay LT Bawa Apple CarPlay dan Android Auto ke Mobil Listrik GM, Harga Rp 3,2 Juta

Penulis: Valdi Pratama  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 03:47:01 WIB
EVPlay LT hadir sebagai solusi menambahkan Apple CarPlay dan Android Auto pada mobil listrik GM produksi 2024-2026.

JAWA BARAT — Keputusan General Motors yang mulai meninggalkan fitur phone mirroring di mobil listriknya sejak 2023 lalu memang memicu kekecewaan cukup besar di kalangan konsumen. Kini, celah itu coba diisi oleh EVPlay, sebuah perusahaan aksesori asal Amerika Serikat, lewat perangkat bernama EVPlay LT.

Kompatibel dengan Enam Model Mobil Listrik GM

EVPlay LT dirancang khusus untuk bekerja pada jajaran kendaraan listrik GM produksi 2024 hingga 2026. Daftarnya mencakup Chevrolet Equinox EV, Blazer EV, Silverado EV, GMC Sierra EV, Hummer EV, serta Cadillac Escalade IQ, Optiq, dan Vistiq.

Perangkat kecil ini mendukung koneksi nirkabel maupun kabel untuk Apple CarPlay dan Android Auto. Menurut EVPlay, pemasangannya cukup sederhana: pengguna perlu mengunduh aplikasi tertentu ke sistem infotainment mobil, lalu mencolokkan perangkat EVPlay LT ke port USB. Tidak perlu alat khusus atau ubahan pada kendaraan.

Dua Menit Instalasi, Tanpa Biaya Berlangganan

EVPlay mengklaim seluruh proses instalasi hanya memakan waktu sekitar dua menit. Setelah aktif, fungsi mirroring ponsel bisa langsung digunakan seperti pada sistem pabrikan lain. Tidak ada biaya berlangganan bulanan atau tahunan—cukup bayar sekali sebesar 199 dolar AS.

Bagi pengguna yang menginginkan fitur lebih ekstrem, EVPlay juga menawarkan varian EVPlay Max seharga 425 dolar AS. Perangkat ini memungkinkan streaming video, gaming, konektivitas HDMI, pemasangan aksesori Bluetooth, hingga unduh aplikasi Android dari Google Play Store. EVPlay Max bahkan bisa digunakan sebagai komputer portabel berbasis Android di luar mobil. Versi ini juga tersedia untuk kendaraan listrik Rivian.

Risiko Diblokir oleh GM di Kemudian Hari

Meski menawarkan solusi praktis, EVPlay tidak menutup kemungkinan bahwa GM bisa menonaktifkan perangkat lunak ini dari jarak jauh. Dalam pernyataan resmi di situsnya, perusahaan itu menulis: "Kami tentu akan berjuang selama kami bisa, tapi pada akhirnya mereka yang mengendalikan sistemnya. Konsumen harus menerima fakta bahwa GM bisa saja menonaktifkan ini."

EVPlay menambahkan bahwa langkah tersebut akan menjadi keputusan yang tidak masuk akal karena konsumen yang puas justru akan menjadi pelanggan setia GM. Namun, risiko tetap ada mengingat kendali penuh sistem infotainment ada di tangan pabrikan.

Bagi pemilik mobil listrik GM di Indonesia, perangkat ini belum tersedia secara resmi. Pembelian masih harus dilakukan secara daring dari AS, dengan konsekuensi ongkos kirim dan potensi bea masuk tambahan.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top