JAKARTA — Maraknya konten pendek di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube justru dilihat sebagai peluang untuk menyebarkan pesan keselamatan berkendara. Yayasan AHM mengemasnya lewat kompetisi film pendek bertajuk Safety Riding Short Movie Contest 2026 yang mengusung tema “Stay Alive for the Next Chapter”.
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan, kompetisi ini menjadi ruang bagi anak muda untuk menyampaikan perspektif mereka soal keselamatan berkendara dengan cara yang relevan dan kekinian. “Lewat ajang ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak muda untuk menyampaikan perspektif dan pesan positif mereka terkait keselamatan berkendara dengan cara yang relevan,” ujar Muhib dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Peserta bisa memilih dua kategori lomba. Pertama, film pendek dengan durasi maksimal tiga menit. Kedua, video kreatif untuk media sosial yang hanya berdurasi maksimal 60 detik. Keduanya harus menggunakan gaya komunikasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda.
Yayasan AHM berharap format singkat ini mampu menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara efektif dan membekas di kalangan generasi muda. “Kami berharap semakin banyak generasi muda yang berani berkarya, berkolaborasi, dan menjadi bagian dari perubahan positif untuk masa depan yang berkelanjutan,” tambah Muhib.
Seluruh karya harus diunggah ke platform Instagram, TikTok, atau YouTube. Penilaian dilakukan oleh juri profesional berdasarkan kesesuaian tema, kreativitas storytelling, orisinalitas ide, kekuatan pesan, hingga kualitas visual dan editing.
Yayasan AHM menyiapkan total apresiasi hadiah puluhan juta rupiah bagi para pemenang terbaik yang berhasil menghadirkan karya inspiratif dan berdampak positif bagi masyarakat. Informasi lebih lanjut mengenai lomba ini dapat diakses melalui akun Instagram @yayasanahm dan @sahabat1hati.
Pendekatan ini lahir dari kebiasaan generasi muda yang lebih banyak mengonsumsi konten pendek dan visual. Dengan menggunakan bahasa serta format yang akrab di keseharian mereka, pesan keselamatan berkendara diharapkan tidak terasa menggurui, melainkan diterima sebagai bagian dari gaya hidup.
Kompetisi ini terbuka untuk pelajar SMA/sederajat, mahasiswa, dan masyarakat umum di seluruh Indonesia. Yayasan AHM menargetkan lahirnya storytelling yang emosional, visual kreatif, hingga format video singkat yang mampu menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara lebih luas.