Neraca Dagang Jabar Surplus 8,9 Miliar Dollar AS hingga April 2026, Ekspor Kendaraan Naik Tajam

Penulis: Zaki Mubarak  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 18:17:01 WIB
Neraca dagang Jawa Barat surplus 8,9 miliar dollar AS hingga April 2026.

BANDUNG — Kinerja ekspor Jawa Barat terus menunjukkan penguatan di tengah dinamika ekonomi global. Sepanjang Januari hingga April 2026, provinsi dengan kontribusi ekspor terbesar nasional ini membukukan nilai ekspor non-migas sebesar 12,51 miliar dollar AS, tumbuh 4,30 persen secara tahunan.

Hanya sektor migas yang mencatatkan penurunan. Ekspor migas Jabar pada periode yang sama tercatat 72,70 juta dollar AS, atau turun 16,39 persen dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, porsi migas terhadap total ekspor masih sangat kecil.

Kendaraan dan Suku Cadang Jadi Motor Penggerak

Dari sisi komoditas, lonjakan ekspor tertinggi terjadi pada golongan kendaraan dan bagiannya. Nilainya naik 297,95 juta dollar AS atau 11,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas ini menjadi salah satu penopang utama surplus neraca dagang Jabar.

Sebaliknya, ekspor perhiasan atau permata justru ambles. Komoditas ini turun 73,59 juta dollar AS atau 18,99 persen. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya permintaan global terhadap barang-barang mewah.

Pasar Utama: Amerika Serikat, Filipina, dan Jepang

Margaretha menjelaskan, tiga negara tujuan ekspor non-migas terbesar Jabar pada Januari-April 2026 adalah Amerika Serikat dengan nilai 2,08 miliar dollar AS, disusul Filipina 1,19 miliar dollar AS, dan Jepang 922,58 juta dollar AS. Kontribusi ketiganya mencapai 33,53 persen dari total ekspor non-migas.

Jika dikelompokkan secara regional, ekspor Jabar ke negara ASEAN mencapai 3,47 miliar dollar AS. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa tercatat sebesar 4,70 miliar dollar AS.

Tiga Sektor Naik, Impor Justru Tertekan

Kinerja ekspor sektoral Jabar juga mencatatkan peningkatan di semua lini. Sektor pertanian naik 4,21 persen, industri pengolahan naik 4,30 persen, serta sektor pertambangan dan lainnya naik 2,20 persen.

Di sisi impor, penurunan paling dalam terjadi pada golongan kendaraan dan bagiannya. Nilai impor komoditas ini turun 154,38 juta dollar AS atau 51,08 persen. Sebaliknya, impor mesin dan perlengkapan elektronik justru meningkat 97,19 juta dollar AS atau 18,25 persen.

Negara pemasok barang impor non-migas terbesar ke Jabar masih didominasi China dengan nilai 1,41 miliar dollar AS atau 41,04 persen dari total impor non-migas. Disusul Jepang 410,06 juta dollar AS dan Korea Selatan 407,46 juta dollar AS.

Barang Konsumsi dan Modal Ikut Turun

Berdasarkan golongan penggunaan barang, seluruh kategori impor mengalami penurunan. Impor barang konsumsi turun 12,63 persen, bahan baku atau penolong turun 5,63 persen, dan barang modal turun 17,20 persen. Ini mengindikasikan permintaan domestik terhadap produk luar negeri masih lesu pada awal tahun ini.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: biz.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top