JAKARTA — Suasana di kantor Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak tegang, Selasa (15/4) dini hari. Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah ruang pimpinan lembaga tersebut, memicu tanda tanya besar di kalangan pegawai dan publik.
Para pegawai yang datang pada pagi hari dilarang naik ke lantai 2. Seluruh akses menuju area tersebut ditutup dan dijaga ketat oleh petugas. Aktivitas perkantoran pun berlangsung terbatas hanya di lantai dasar.
Seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya mengaku kaget dengan penggeledahan yang berlangsung mendadak itu. “Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Kami hanya diminta tetap di meja masing-masing dan tidak mendekati lantai 2,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kejagung maupun BGN mengenai objek atau dokumen yang disita. Namun, penggeledahan yang menyasar langsung ruang pimpinan mengindikasikan adanya penyelidikan yang menyangkut kebijakan strategis atau pengelolaan anggaran di lembaga tersebut.
BGN sendiri merupakan lembaga yang relatif baru dan tengah dalam masa transisi kepemimpinan. Situasi ini membuat penggeledahan semakin sensitif dan memicu spekulasi di internal.
Penggeledahan ini terjadi di saat yang tidak biasa. BGN saat ini sedang dalam proses peralihan pimpinan, yang biasanya menjadi momen rawan dalam birokrasi. Sejumlah pihak menduga penggeledahan terkait dengan temuan administrasi atau dugaan penyimpangan pada periode kepemimpinan sebelumnya.
Namun, dugaan tersebut masih perlu dikonfirmasi. Sampai berita ini ditulis, belum ada satu pun pejabat BGN yang memberikan keterangan resmi di hadapan awak media.
Suasana kantor yang tidak biasa ini membuat sebagian besar pegawai memilih menunggu di luar gedung atau di area kantin. Mereka mengaku tidak bisa bekerja secara optimal karena akses ke ruang kerja dan data di lantai 2 terblokir.
“Kami hanya bisa menunggu. Semoga tidak berlangsung lama,” kata pegawai lainnya.
Penggeledahan oleh Kejagung di lembaga negara seperti BGN merupakan langkah yang tidak biasa, terlebih jika dilakukan saat transisi kepemimpinan. Publik kini menanti hasil resmi dari penyelidikan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik penggeledahan dini hari itu.