Mau Investasi Saham Tapi Masih Pemula? Ini 7 Aplikasi yang Paling Banyak Dipakai Tahun 2026

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 20:15:01 WIB
Stockbit menawarkan komunitas aktif dan fitur simulasi untuk investor pemula.

JAWA BARAT — Stockbit bukan sekadar aplikasi jual-beli saham. Platform ini punya komunitas pengguna paling aktif di Indonesia, tempat para investor bertukar analisis dan membahas pergerakan pasar berdasarkan kode emiten tertentu. Pemula bisa memanfaatkan fitur simulasi perdagangan untuk berlatih tanpa risiko kehilangan uang sungguhan.

Selain itu, Stockbit menyediakan alat analisis fundamental seperti laporan keuangan perusahaan, rasio penting, dan data historis emiten. Semua transaksi terintegrasi langsung dengan Bursa Efek Indonesia, sehingga pengguna tak perlu pindah aplikasi saat ingin membeli atau menjual saham.

Reku: Jembatan ke Pasar Global dan Aset Digital

Bagi yang ingin mendiversifikasi portofolio ke luar negeri, Reku menyediakan akses ke ratusan saham dan ETF dari bursa Amerika Serikat seperti NYSE dan NASDAQ. Perusahaan raksasa teknologi, otomotif, hingga energi bisa dibeli dengan modal kecil dan biaya transaksi yang rendah.

Platform ini juga menawarkan aset kripto dan derivatif dengan leverage fleksibel. Paket investasi terkurasi berdasarkan profil risiko pengguna membantu pemula memulai langkah pertama. Keamanan dijamin karena Reku berada di bawah pengawasan regulator resmi.

IPOT: Trading Otomatis untuk Analisis Teknikal

Dikembangkan oleh Indo Premier Sekuritas, IPOT unggul di fitur trading otomatis yang mengeksekusi transaksi berdasarkan strategi tertentu. Grafik dengan indikator teknikal lengkap membantu pengguna membaca pergerakan harga secara detail. Selain saham, aplikasi ini mendukung transaksi ETF dan reksa dana dalam satu sistem.

IPOT telah terdaftar di OJK dan Bursa Efek Indonesia, sehingga legalitasnya terjamin. Pengguna juga bisa mengakses laporan riset pasar dan notifikasi real-time untuk mengambil keputusan lebih cepat.

Aplikasi Lain yang Perlu Dipertimbangkan

Selain tiga platform di atas, masih ada beberapa aplikasi populer lain yang layak dicoba. Masing-masing memiliki keunggulan berbeda, mulai dari biaya transaksi kompetitif hingga fitur analisis canggih. Pemilihan aplikasi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan investasi masing-masing pengguna.

Yang terpenting, pastikan aplikasi yang dipilih telah memiliki izin resmi dari OJK atau BAPPEBTi. Jangan tergiur iming-iming keuntungan instan atau bonus besar tanpa memahami risikonya. Mulailah dengan nominal kecil, pelajari fitur-fitur yang ada, dan jangan ragu bertanya di komunitas jika bingung.

Catatan: Informasi ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum menempatkan dana di pasar modal.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: mawar#4172 This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top