Mina the Hollower secara visual memang mengingatkan pada game Zelda klasik di Game Boy, seperti Link’s Awakening atau seri Oracle. Tapi secara mekanik, kata Yacht Club, perbedaannya cukup dalam—dan itu menjadi masalah saat playtesting.
Pemain yang mencoba versi awal game kerap terjebak ekspektasi ala Zelda: mencari item khusus seperti Hookshot atau Sirip untuk melanjutkan perjalanan. Padahal, Mina tidak pernah mendapatkan kemampuan berenang.
David D’Angelo, salah satu pengembang Yacht Club, mengungkapkan dalam wawancara dengan GameSpot bahwa pemain sering berhenti di area air dan berkata, “Saya tidak bisa ke sini, saya tidak punya flippers.”
Masalahnya, Mina the Hollower justru dirancang sebagai dunia yang terbuka lebar sejak awal. Pemain bisa pergi ke hampir semua tempat tanpa perlu membuka kunci area dengan peralatan khusus. “Hal terbesar yang kami khawatirkan adalah bahwa dalam banyak hal game ini tidak seperti Zelda—kamu tidak mendapatkan Hookshot untuk menyeberangi jurang,” jelas D’Angelo.
Alih-alih memberi petunjuk lewat teks atau tutorial, Yacht Club memilih pendekatan yang lebih keras: mengunci pemain di Nox’s Bayou, dungeon besar kedua dalam urutan yang disarankan. Di sana, pemain harus menyadari bahwa kemampuan menggali (burrowing) Mina bisa digunakan untuk melompati celah air yang dalam.
“Kami sengaja membuatmu terkunci di area itu sehingga pada akhirnya kamu harus mencari tahu bahwa mekanik menggali lah yang bisa melewati air,” kata D’Angelo. Pendekatan tenggelam atau berenang (sink or swim) ini menjadi cara Yacht Club mengajarkan bahwa aturan main Mina berbeda.
Pelajaran ini penting disampaikan sejak awal karena tingkat kesulitan area di Mina the Hollower tidak mengikuti level karakter pemain. Jika nekat masuk ke zona yang seharusnya dijelajahi di akhir permainan, pemain akan menghadapi lonjakan kesulitan yang “enormous” alias sangat besar.
Yacht Club tidak ingin pemain mengalami situasi yang tidak menyenangkan karena tersesat dari dungeon kedua lalu berakhir di tantangan yang jauh lebih berat. Karena itu, selain menjebak, mereka juga membangun banyak exit ramp—jalan keluar yang memudahkan pemain kembali ke area aman untuk berbelanja peralatan, mencari rahasia lain, atau menaikkan level Mina.
“Tapi pada saat yang sama, saya pikir itu adalah bagian dari pengalaman yang kami inginkan,” ujar D’Angelo. “Kami pasti ingin game ini memiliki nuansa Zelda lawas di mana kamu benar-benar frustrasi. Kamu frustrasi dan harus mengatasinya.”
Terlepas dari pendekatan desain yang sengaja membuat pemain kesal, Mina the Hollower tercatat sebagai game dengan rating tertinggi di Metacritic sepanjang 2026. Bagi pemain yang benar-benar stuck, Yacht Club telah menyediakan pusat panduan (Guides Hub) untuk membantu.