Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Induk Jawa Barat Tembus Rp135 Ribu per Kilogram, Pedagang dan Konsumen Mulai Kelabakan

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 14:23:08 WIB
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Jawa Barat melonjak hingga Rp135 ribu per kilogram akibat gagal panen.

BANDUNG — Cabai rawit merah, salah satu bumbu dapur yang paling sulit digantikan, kini menjadi barang mewah bagi sebagian warga Jawa Barat. Di Pasar Induk Gedebage, Bandung, harga komoditas ini menembus Rp135 ribu per kilogram pada pekan ini, naik drastis dari posisi normal yang berkisar Rp45 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

Kenaikan tidak hanya terjadi di tingkat pedagang besar. Di pasar tradisional seperti Pasar Kosambi dan Pasar Caringin, harga eceran sudah menyentuh Rp150 ribu per kilogram. "Pembeli mulai pilih-pilih. Biasanya beli seperempat kilo, sekarang ada yang minta beli ons-an," ujar seorang pedagang di Pasar Kosambi, Kamis (17/4).

Gagal Panen di Sentra Produksi Jadi Biang Kerok

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Mohamad Arifin, mengonfirmasi bahwa lonjakan harga ini murni akibat gangguan produksi. Hujan deras yang mengguyur wilayah Priangan sejak awal April menyebabkan sejumlah lahan cabai di Garut dan Pangalengan mengalami pembusukan akar.

"Produksi anjlok hingga 40 persen dibanding bulan lalu. Sementara permintaan tetap tinggi menjelang akhir pekan dan persiapan Lebaran," kata Arifin dalam keterangan pers di Bandung, Rabu (16/4).

Warung Makan Mulai Kurangi Porsi Sambal

Dampak paling terasa adalah pada sektor usaha mikro. Pemilik warung nasi di sekitar Cimahi, Sari (45), mengaku terpaksa mengganti cabai rawit dengan cabai keriting yang lebih murah atau mengurangi porsi sambal untuk setiap piring nasi. "Kalau tetap pakai rawit, untung habis buat beli cabai. Pelanggan juga sudah maklum," ujarnya.

Kenaikan harga cabai rawit ini bukan pertama kali terjadi di Jawa Barat. Pola serupa juga terjadi pada awal 2024 lalu ketika harga sempat menyentuh Rp120 ribu per kilogram. Namun, kali ini kenaikan terjadi lebih cepat dan lebih tajam karena bertepatan dengan musim pancaroba.

Pemprov Jabar Siapkan Operasi Pasar

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menggelar operasi pasar di 15 titik rawan mulai pekan depan. Stok cabai rawit akan didatangkan dari sentra produksi di luar Jawa, seperti Sumatra Barat dan Bali, untuk menekan harga.

Arifin menambahkan bahwa pihaknya juga akan mempercepat distribusi bantuan benih cabai tahan hujan kepada petani di Garut agar siklus panen berikutnya tidak terganggu. "Kami targetkan harga kembali normal dalam dua hingga tiga pekan ke depan," pungkasnya.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: bandung.bisnis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top