BOGOR — Kawasan Kebun Raya Bogor tak hanya menawarkan pemandangan hijau dan udara sejuk, tetapi juga surga kuliner murah meriah yang sering terlewat oleh wisatawan. Beberapa warung makan di jalan-jalan sekitarnya menyajikan menu sarapan khas Sunda dan Betawi dengan harga ramah di kantong. Salah satu yang paling banyak diburu adalah nasi kuning lengkap dengan lauk pauk seharga Rp10 ribu saja.
Salah satu menu yang mencuri perhatian adalah nasi kuning yang dijual di sejumlah tenda dan warung kecil di Jalan Paledang dan Jalan Otto Iskandardinata. Dengan harga Rp10 ribu, pengunjung sudah mendapatkan seporsi nasi kuning yang dilengkapi ayam goreng atau orek tempe, sambal, dan lalapan. Beberapa pedagang bahkan menambahkan bihun goreng sebagai pelengkap tanpa biaya tambahan.
“Kami sengaja jual murah biar pengunjung Kebun Raya bisa sarapan dulu sebelum jalan-jalan. Lumayan buat tenaga,” ujar seorang pedagang di lokasi, Selasa (18/3).
Selain nasi kuning, ada juga bubur ayam dengan harga Rp12 ribu hingga Rp15 ribu yang dijual di depan pintu samping Kebun Raya. Lontong sayur khas Bogor juga bisa ditemukan di sepanjang Jalan Siliwangi dengan harga tak lebih dari Rp15 ribu. Pilihan ini cocok bagi wisatawan yang ingin variasi menu setelah beberapa hari menikmati nasi kuning.
Beberapa warung juga menyediakan minuman hangat seperti bandrek dan bajigur dengan harga Rp5 ribu hingga Rp8 ribu. Suasana pagi yang sejuk di Bogor membuat minuman ini laris manis, terutama saat akhir pekan.
Mayoritas tempat sarapan ini berada dalam radius 500 meter dari pintu masuk utama Kebun Raya Bogor. Pengunjung bisa berjalan kaki atau menggunakan ojek online untuk mencapai lokasi. Beberapa warung buka mulai pukul 06.00 pagi hingga siang hari, sehingga cocok bagi mereka yang ingin sarapan sebelum memulai petualangan di kebun raya.
Bagi wisatawan yang datang dari luar kota, kombinasi antara wisata alam dan kuliner murah ini menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran jika kawasan sekitar Kebun Raya Bogor selalu ramai pada akhir pekan, terutama saat libur panjang.
Pedagang menyarankan pengunjung untuk datang sebelum pukul 08.00 agar mendapatkan nasi kuning yang masih hangat dan lauk yang masih lengkap. Pada jam sibuk, antrean bisa mencapai 10 hingga 15 menit. “Kalau datang siang, kadang nasi kuningnya sudah habis. Jadi mending pagi-pagi,” kata seorang pedagang lainnya.
Dengan harga yang terjangkau dan lokasi yang strategis, tujuh rekomendasi tempat sarapan ini bisa menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati Bogor tanpa harus menguras dompet.