TASIKMALAYA — Kecelakaan tunggal ini terjadi saat lalu lintas masih sepi. Warga dan pengendara yang melintas dikejutkan dengan suara benturan keras dari truk yang oleng lalu terguling masuk ke parit.
Komandan Regu Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Aam, mengatakan timnya langsung mengalihkan rute begitu menerima laporan. Saat itu, petugas baru saja selesai menangani kebakaran kandang ayam di Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, dan sedang dalam perjalanan kembali ke markas.
“Kami baru selesai penanganan kebakaran kandang ayam. Di jalan pulang menuju kantor, ada laporan masuk mengenai kecelakaan dengan kondisi sopir terjepit. Kami langsung menuju lokasi untuk memberikan bantuan,” kata Aam, Minggu (31/5/2026) siang.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Posisi badan truk menindih ruang gerak korban sehingga petugas kesulitan menarik tubuh sang sopir. Warga setempat bahu-membahu menggoyangkan badan truk secara perlahan untuk memberi celah.
Saksi mata di lokasi, Rizky, mengatakan dirinya mendapati sopir sudah dalam posisi terjepit saat tiba di tempat kejadian. “Iya, kejadiannya pagi. Pihak kepolisian langsung diberi tahu, dan kebetulan petugas Damkar juga langsung datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban,” ujarnya.
Dalam proses yang menguras tenaga itu, seorang petugas Damkar sempat terjatuh demi menahan beban tubuh korban agar tidak mengalami luka lebih parah saat ditarik.
Setelah berjibaku sekitar 20 menit, tim penyelamat akhirnya berhasil mengeluarkan sopir dari jepitan truk. Meski mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh, korban dalam kondisi sadar dan stabil. Petugas langsung membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan keterangan awal dari para saksi, kecelakaan di jalur provinsi ini diduga kuat terjadi karena faktor kelelahan. “Kalau melihat kondisinya, korban aman dan dalam keadaan sadar meski ada luka-luka. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, dugaan sementara sopir mengantuk sehingga laju truk menjadi tak terkendali dan masuk ke parit,” pungkas Aam.