JAWA BARAT — Penataan organisasi MIND ID disebut bukan hanya soal menyederhanakan rantai birokrasi internal. Menurut Dony Oskaria, langkah ini menjadi fondasi agar holding pertambangan negara bisa lebih kompetitif dan menghasilkan nilai tambah tinggi.
"Penataan organisasi dan bisnis menjadi langkah penting agar transformasi industri pertambangan nasional berjalan lebih efektif dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara," ujar Dony dalam keterangan resmi.
Dengan struktur yang lebih ramping, MIND ID diharapkan mampu mengambil keputusan investasi lebih cepat. Terutama di tengah derasnya kebutuhan pendanaan untuk proyek smelter dan pabrik pengolahan mineral di dalam negeri.
Selama ini, MIND ID yang membawahi PT Aneka Tambang, PT Timah, PT Bukit Asam, dan PT Freeport Indonesia dinilai masih gemuk secara organisasi. Akibatnya, pengambilan keputusan strategis kerap berjalan lambat dan kurang terintegrasi.
Pemerintah ingin holding ini tidak lagi sekadar mengelola komoditas mentah. MIND ID dituntut menjadi tulang punggung industri hilir yang menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Sinergi antar-entitas dalam holding menjadi kunci. Dengan model bisnis yang lebih terintegrasi, MIND ID berpeluang meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperbesar kapasitas pendanaan untuk proyek-proyek strategis nasional.
Melalui percepatan ini, BP BUMN dan Danantara menegaskan komitmen membangun BUMN pertambangan yang modern dan berdaya saing global. Penataan MIND ID diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya ekosistem industri hilir nasional yang lebih kuat dan mandiri.
Dengan mesin organisasi yang lebih efisien dan fokus, MIND ID kini dipersiapkan memainkan peran lebih besar dalam mewujudkan ambisi Indonesia menjadi pusat industri mineral strategis dunia. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah serius mengejar target hilirisasi tanpa terbebani birokrasi yang berbelit.