JAWA BARAT — Khyzyl Saleem, nama yang tak asing di kalangan penggemar modifikasi digital, baru saja memberikan sentuhan pertamanya pada Toyota GR GT. Hasilnya, supercar berhidung panjang ini berubah menjadi sosok yang jauh lebih agresif. Saleem sendiri menyebut karyanya sebagai “just a lil chonk” atau sedikit gendut, merujuk pada proporsi bodi yang lebih kekar.
Bagian paling mencolok dari ubahan ini adalah penambahan fender extension di kedua sisi. Lekukan ini menyatu rapi dengan bodi asli GR GT, memberikan kesan mobil balap GT3 yang lebih siap turun ke sirkuit. Tak cuma fender, Saleem juga memasang splitter depan yang lebih besar dari bahan serat karbon.
Di bagian samping, terdapat side gill dan fin tambahan pada side skirt yang mempertegas garis aerodinamis. Semua elemen ini bekerja sama untuk menciptakan ground effect yang lebih optimal, setidaknya secara visual.
Pilihan pelek menjadi kunci lain dari transformasi ini. Saleem memasang set BBS E88 deep dish yang identik dengan gaya balap era 90-an. Dipadukan dengan profil ban yang tipis dan jarak pijak yang lebih lebar, GR GT versi ini benar-benar tampak siap menerkam aspal. Tak lupa, mobil ini juga dijejalkan lebih rendah ke tanah, memberikan stance yang sangat agresif.
Sektor belakang nyaris tak tersentuh. Spoiler ducktail bawaan, diffuser besar, dan knalpot quadruple sudah cukup garang dari pabrik. Sebagai sentuhan akhir, Saleem menyaput bodi dengan kombinasi warna ungu dan atap hitam yang kontras.
Meski tampil lebih liar, Saleem tidak menyentuh dapur pacu. Toyota GR GT versi produksi dibekali mesin V8 4.0 liter twin-turbo dengan sistem dry-sump yang menghasilkan setidaknya 641 hp. Tenaga tersebut masih ditambah dengan bantuan motor listrik dalam konfigurasi hybrid.
Pabrikan asal Jepang itu belum mengumumkan angka output gabungan, namun sudah memastikan kecepatan maksimalnya tembus 199 mph atau sekitar 320 km/jam. Dengan basis performa seperti ini, body kit aftermarket bukanlah hal yang mustahil untuk diaplikasikan oleh pemilik nantinya.
GR GT merupakan model mandiri pertama dari divisi Gazoo Racing. Pengiriman unit perdana dijadwalkan baru akan dimulai pada 2027. Pertanyaannya, apakah para kolektor supercar ini akan berani memodifikasi mobil sebatas rekaan Saleem? Waktu yang akan menjawab, tapi satu hal yang pasti: perhatian dari para tunner sudah tertuju pada model flagship Toyota ini.