JAWA BARAT — Perjalanan Hafizh menembus tim utama Persija tidak instan. Sejak dipromosikan dari Elite Pro Academy (EPA) pada pertengahan musim lalu, ia menjalani proses panjang di skuat senior. Musim 2025/2026 menjadi titik balik ketika namanya tetap dipertahankan di tim utama.
Sepanjang musim, Hafizh lebih sering bekerja di balik layar. Ia jarang masuk dalam daftar susunan pemain, namun kontribusinya di sesi latihan disebut penting untuk menjaga kualitas kompetisi di posisi penjaga gawang.
Kesabaran dan kerja kerasnya akhirnya berbuah di laga kontra Semen Padang. Pelatih Persija memberikan kepercayaan kepada Hafizh untuk menjalani laga perdananya di level tertinggi sepak bola Indonesia.
“Yang pasti sangat senang menjalani debut di Super League musim ini. Saya tidak mau besar kepala. Saya menikmati tiga poin lebih dulu,” ujar Hafizh.
Kiper kelahiran 2007 itu juga menyampaikan harapannya kepada Jakmania, suporter setia Persija. “Saya harap selalu bisa didukung terus oleh para Jakmania untuk meningkatkan kualitas saya sebagai seorang kiper di Persija,” tambahnya.
Debut di tim senior ini melengkapi pencapaian Hafizh di musim yang sama. Sebelumnya, ia sukses membawa Persija U20 menjadi juara EPA Super League 2025/2026. Kiprahnya di level junior menjadi modal berharga saat dipercaya mengawal gawang Macan Kemayoran.
Dengan usia yang masih sangat muda, Hafizh diproyeksikan menjadi salah satu kiper masa depan Persija. Kompetisi sehat di posisi penjaga gawang bersama pemain senior diyakini akan terus mengasah kemampuannya.