BOGOR — Bukan sekadar seremoni, pembagian daging kurban di Universitas Djuanda (Unida) Bogor tahun ini kembali mencatatkan angka yang signifikan. Lebih dari 2.500 paket daging segar dibagikan kepada warga yang bermukim di ring satu kampus, sebuah tradisi yang sudah berlangsung secara konsisten dari tahun ke tahun.
Warga di kelurahan dan kampung sekitar kampus Unida menjadi penerima utama program ini. Paket daging kurban didistribusikan secara langsung agar tepat sasaran, terutama bagi mereka yang mungkin tidak memiliki akses untuk mendapatkan daging segar di hari raya.
Pembagian ini melibatkan panitia internal kampus yang berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat. Hal ini memastikan proses distribusi berjalan tertib dan merata tanpa ada warga yang terlewat.
Bagi warga sekitar, momen ini sudah menjadi bagian dari kalender tahunan yang dinanti. Mereka tidak hanya menerima daging, tetapi juga merasakan kehadiran kampus sebagai bagian dari komunitas. "Ini sudah seperti rezeki tahunan buat kami. Alhamdulillah, setiap Idul Adha selalu ada dari Unida," ujar seorang warga setempat yang ditemui di lokasi pembagian.
Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara sivitas akademika dan masyarakat. Para mahasiswa dan dosen turun langsung dalam proses pemotongan hewan kurban hingga pengemasan daging, menjadikan momen Idul Adha sebagai ruang belajar sosial yang nyata.
Jika dirata-rata setiap paket berisi daging untuk konsumsi satu keluarga, maka ribuan keluarga di sekitar kampus mendapatkan manfaat langsung. Tradisi ini menjadi bukti bahwa institusi pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai agen distribusi kesejahteraan di lingkungannya.
Unida sendiri mencatatkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi di Bogor yang konsisten menjalankan program sosial saat hari raya besar Islam. Tidak ada pengumuman resmi mengenai jumlah hewan kurban yang disembelih, namun volume paket yang mencapai ribuan menunjukkan skala kegiatan yang cukup besar.
Tidak semua kampus di Bogor memiliki tradisi serupa dengan skala sebanyak ini. Konsistensi Unida dalam membagikan daging kurban setiap tahun menjadi pembeda. Warga tidak perlu khawatir kehilangan momen karena panitia sudah memiliki data penerima dari tahun-tahun sebelumnya.
Program ini juga mengajarkan nilai berbagi kepada mahasiswa secara langsung. Mereka tidak hanya belajar teori tentang kepedulian sosial di kelas, tetapi mempraktikkannya dengan turun ke lapangan. Ini adalah pendidikan karakter yang tidak bisa didapatkan dari buku teks semata.
Ke depan, tradisi ini dipastikan akan terus berlanjut. Warga sekitar pun berharap program serupa bisa diperluas, tidak hanya saat Idul Adha, tetapi juga di momen-momen lain yang membutuhkan uluran tangan bersama.