JAWA BARAT — Pertamina EP tidak hanya fokus pada pengeboran minyak dan gas. Di sela-sela area operasinya, perusahaan pelat merah ini kini menyulap lahan tidur menjadi perkebunan jagung produktif. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang berjalan beriringan dengan target produksi energi nasional.
Lahan-lahan di sekitar wilayah kerja Pertamina EP yang sebelumnya tidak produktif kini mulai ditanami jagung. Manajemen perusahaan menargetkan luasan lahan tertentu yang akan dikembangkan secara bertahap hingga akhir tahun. Program ini tidak hanya bertujuan menyediakan bahan pangan, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal.
Petani setempat dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan lahan. Pertamina EP menyediakan bibit, pupuk, dan pendampingan teknis agar hasil panen optimal. Model ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasi perusahaan.
Langkah Pertamina EP ini merupakan wujud nyata dari program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, perusahaan tidak perlu membuka area baru yang berpotensi merusak lingkungan. Konsep integrasi energi-pangan ini sekaligus menjawab tantangan krisis pangan global yang juga berdampak ke Indonesia.
“Kami ingin memastikan bahwa kegiatan operasi kami tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional,” ujar juru bicara Pertamina EP dalam pernyataan resminya. Pihak perusahaan optimistis program ini akan terus berkembang dan direplikasi di wilayah kerja lainnya.
Ke depan, Pertamina EP berencana memperluas jenis tanaman yang dikembangkan, tidak hanya jagung, tetapi juga komoditas pangan lain yang sesuai dengan kondisi lahan setempat. Program ini diharapkan menjadi model bagi BUMN lain untuk turut serta dalam memperkuat ketahanan pangan nasional tanpa meninggalkan tugas utamanya di sektor energi.